Nasional . 23/04/2026, 21:55 WIB

Terungkap! Alasan Indonesia Ogah Jual Beras ke Malaysia, Ini Biang Keroknya

Penulis : Derry Sutardi  |  Editor : Derry Sutardi

fin.co.id - Rencana ekspor beras Indonesia ke Malaysia hingga kini masih belum menemui titik terang. Proses negosiasi yang dilakukan oleh Perum Bulog bersama pihak Malaysia masih berkutat pada satu isu krusial, yakni kesepakatan harga.

Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengungkapkan bahwa pembahasan sejauh ini berjalan cukup intens. Namun, belum tercapainya kesepakatan harga membuat rencana ekspor tersebut belum bisa direalisasikan dalam waktu dekat.

Menurutnya, pihak Malaysia mengajukan harga di bawah Rp10.000 per kilogram (kg). Angka ini dinilai terlalu rendah jika dibandingkan dengan kualitas beras yang ditawarkan Indonesia. Pasalnya, beras yang akan diekspor merupakan kategori premium dengan tingkat butir patah hanya sekitar 5 persen.

“Kalau kualitas mereka sudah oke, tidak ada masalah. Tinggal harga yang menurut kami harus dinaikkan lagi,” ujar Rizal.

Sebagai pembanding, harga yang diajukan Indonesia berada di kisaran Rp13.000 hingga Rp14.000 per kg. Bahkan di pasar domestik, beras premium dengan kualitas di bawahnya (sekitar 15 persen butir patah) saat ini dijual sekitar Rp14.900 per kg. Artinya, harga penawaran Malaysia dinilai tidak sebanding dengan kualitas produk.

Rizal menegaskan, Bulog tidak akan mengambil keputusan yang berpotensi merugikan negara. Ia menilai, menerima harga di bawah Rp10.000 per kg sama saja dengan memberikan subsidi secara tidak langsung kepada negara lain.

“Tidak mungkin kita menjual di bawah harga wajar. Itu sama saja kita mensubsidi negara lain,” tegasnya.

Selain itu, harga beras dalam program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di dalam negeri sendiri sudah berada di angka Rp12.500 per kg. Hal ini semakin memperkuat posisi Indonesia untuk tetap bertahan pada harga yang lebih tinggi dalam negosiasi.

Di sisi lain, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman juga mengonfirmasi bahwa pembahasan ekspor beras ke Malaysia masih berlangsung dan belum mencapai kesepakatan final. Ia menyebut, negosiasi saat ini masih terus difokuskan pada penentuan harga yang ideal bagi kedua belah pihak.

Minat Malaysia terhadap beras Indonesia sebenarnya cukup besar. Bahkan, kebutuhan awal yang diajukan mencapai sekitar 200.000 ton. Namun, volume ekspor hingga skema kerja sama masih menunggu hasil akhir dari negosiasi yang berjalan.

Pemerintah Indonesia sendiri menegaskan akan tetap mengutamakan kepentingan nasional, termasuk menjaga stabilitas pasokan beras di dalam negeri sebelum memutuskan ekspor dalam jumlah besar.

Dengan kondisi ini, peluang ekspor beras ke Malaysia masih terbuka, namun keputusan akhir sangat bergantung pada kesepakatan harga yang adil dan menguntungkan kedua negara. Hingga saat ini, proses negosiasi masih terus berjalan tanpa kepastian kapan akan mencapai titik temu. (*)

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com