Menindaklanjuti temuan ini, BPK memberikan rekomendasi tegas kepada Direktur Utama PT Pertamina EP Cepu selaku koordinator Regional 4.
Manajemen didesak untuk segera menyusun kajian komprehensif yang membandingkan opsi-opsi pengelolaan fasilitas produksi.
Rekomendasi ini bertujuan agar perusahaan segera beralih ke skema yang lebih ekonomis, baik melalui pengadaan fasilitas baru yang ukurannya sesuai (right-sizing) maupun optimalisasi kontrak sewa yang ada.
BPK menekankan pentingnya mitigasi risiko keuangan agar kebocoran anggaran serupa tidak terulang di masa mendatang.
Di tengah sorotan tajam audit keuangan, Pertamina EP Sukowati Field sebenarnya menunjukkan performa teknis yang impresif di lapangan.
Subholding Upstream Pertamina berhasil mendongkrak produksi melalui pengerjaan workover di sumur SKW-03 pada lapisan Tuban Reef.
Data uji produksi per 19 Oktober 2025 mencatat angka yang cukup baik:
• Minyak: 4.097 barrel oil per day (bopd).
• Gas: 1,4 million standard cubic feet per day (mmscfd).
Saat ini, manajemen menerapkan manajemen reservoir yang ketat untuk menjaga stabilitas water cut.
Produksi diatur pada kisaran 2.000 hingga 2.100 bopd.
Keberhasilan teknis ini diharapkan dapat menutup beban inefisiensi jika manajemen segera memperbaiki tata kelola fasilitas pendukung produksi di permukaan.