Politik . 25/04/2026, 17:29 WIB

DPR Desak PBB Evaluasi Perlindungan Pasukan UNIFIL Usai Gugurnya Prajurit TNI

Penulis : Mihardi  |  Editor : Mihardi

fin.co.id - Gugurnya prajurit TNI dalam misi perdamaian di Lebanon kembali memicu sorotan terhadap sistem perlindungan pasukan internasional. Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme perlindungan pasukan dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon.

"Kami mendorong PBB untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mandat dan mekanisme perlindungan pasukan UNIFIL, agar sesuai dengan realitas ancaman yang berkembang di lapangan," kata Sukamta dalam keterangannya di Jakarta dilansir dari Antara, Sabtu, 25 April 2026.

Ia menegaskan bahwa perlindungan terhadap personel penjaga perdamaian tidak boleh diabaikan, termasuk oleh pihak-pihak yang terlibat dalam konflik. Menurutnya, dinamika keamanan di wilayah misi kini semakin kompleks dan berisiko tinggi bagi pasukan yang bertugas.

Selain itu, Sukamta juga menekankan pentingnya investigasi yang transparan dan akuntabel terkait insiden gugurnya Praka Rico Pramudia. Ia menilai, kejelasan peristiwa tersebut menjadi kunci untuk memastikan adanya pertanggungjawaban dari pihak terkait.

"Kami memandang bahwa perlindungan terhadap personel PBB harus menjadi prioritas utama dan tidak boleh diabaikan oleh pihak mana pun, termasuk dalam dinamika konflik yang melibatkan Israel dan aktor lainnya di kawasan," ujar politikus PKS ini.

Di tingkat nasional, DPR juga mendorong pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek keamanan serta pola penugasan prajurit dalam misi luar negeri. Langkah ini dinilai penting agar kesiapan personel tetap terjaga tanpa mengurangi komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian global.

"Pemerintah Indonesia perlu melakukan peninjauan komprehensif terhadap aspek keamanan, kesiapan, dan pola penugasan prajurit dalam misi perdamaian, tanpa mengurangi komitmen Indonesia sebagai kontributor aktif dalam menjaga stabilitas global," tuturnya.

Sukamta menambahkan, pengorbanan prajurit dalam misi perdamaian tidak boleh sia-sia. Ia menilai setiap kejadian harus menjadi refleksi untuk memperkuat sistem perlindungan dan koordinasi internasional.

DPR RI juga menyampaikan duka mendalam atas gugurnya Praka Rico Pramudia yang bertugas di Lebanon. Ia disebut sebagai salah satu prajurit terbaik yang mengemban amanat konstitusi dalam menjaga perdamaian dunia.

"Pengorbanan ini adalah bentuk nyata komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia, sebagaimana amanat konstitusi," katanya.

Diketahui, Praka Rico gugur setelah menjalani perawatan akibat luka yang diderita dalam serangan peluru kendali di markas UNIFIL pada akhir Maret lalu. Insiden tersebut menunjukkan meningkatnya eskalasi konflik di wilayah operasi.

Peristiwa ini menambah daftar prajurit TNI yang gugur dalam misi di Lebanon menjadi empat orang, yakni Mayor Inf (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anumerta) Muhammad Nur Ichwan, Kopda (Anumerta) Farizal Romadhon, dan Praka Rico Pramudia.

"Semoga para prajurit yang gugur mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," tutup Sukamta.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com