Nasional . 25/04/2026, 17:49 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
Fin.co.id - Kasus ijazah palsu yang sebelumnya mulai meredup kini meledak kembali bak "bola panas". Ini setelah munculnya temuan teknis yang sangat janggal dalam acara Rakyat Bersuara. Fokus utama kini tertuju pada kemunculan tulisan "GADHAJ ADAM" dalam sebuah dokumen yang diklaim sebagai bukti otentik ijazah Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi).
Temuan ini bermula saat Rismon Sianipar hadir memberikan pembelaan bahwa ijazah tersebut asli dengan menunjukkan adanya elemen emboss dan watermark.
Namun, analisis forensik digital yang dilakukan oleh para pemerhati teknologi justru menemukan anomali yang dianggap tidak masuk akal bagi universitas sekelas Universitas Gadjah Mada (UGM).
Kanal YouTube Topi Merah bersama pakar telematika Roy Suryo memberikan pukulan telak terhadap klaim Rismon.
Melalui teknik perbesaran digital hingga 400 persen, terungkap dalam deretan watermark yang seharusnya bertuliskan "UNIVERSITAS GADJAH MADA", terdapat kesalahan pengetikan atau typo yang sangat fatal.
Kesalahan tersebut bertuliskan "GADHAJ ADAM". Secara logika institusional, sangat mustahil sebuah universitas ternama di level internasional melakukan kesalahan penulisan nama kampusnya sendiri dalam master dokumen ijazah.
“Ini menunjukkan kebohongan publik yang luar biasa dengan menunjukkan analisis palsu. UGM tidak mungkin melakukan typo sekasar itu. Itu artinya, ini benar-benar sangat tidak jujur dan tidak clear,” tegas Roy Suryo dalam keterangannya.
Salah satu poin krusial yang dibongkar oleh akun Topi Merah adalah perbedaan sumber data. Rismon Sianipar mengklaim sumber ijazah yang ia tampilkan berasal dari unggahan Dian Sandi, politisi PSI.
Namun, setelah dilakukan perbandingan side-by-side, ditemukan fakta mengejutkan:
Perbedaan fisik ini memicu kecurigaan bahwa dokumen yang ditampilkan di televisi merupakan hasil rekayasa digital atau manipulasi untuk sekadar membuktikan keberadaan pengaman ijazah, namun justru terjebak dalam kesalahan pengetikan yang amatir.
Situasi ini seperti membuka "Kotak Pandora" bagi ribuan alumni Universitas Gadjah Mada di seluruh Indonesia.
Kini, gelombang keraguan mulai menjalar. Para pemilik ijazah UGM dari berbagai angkatan merasa perlu melakukan verifikasi mandiri terhadap dokumen mereka masing-masing.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media