Pendidikan . 26/04/2026, 14:42 WIB

Cegah Kecurangan UTBK 2026, Universitas Negeri Semarang Putus Jaringan Internet hingga Pakai Jammer!

Penulis : Derry Sutardi  |  Editor : Derry Sutardi

fin.co.id - Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2026 semakin ketat. Sejumlah kampus mulai menerapkan berbagai strategi canggih untuk mencegah praktik kecurangan, salah satunya dilakukan oleh Universitas Negeri Semarang yang memilih langkah ekstrem dengan memutus jaringan komunikasi di sekitar lokasi ujian.

Langkah ini dilakukan dengan memanfaatkan jammer sinyal internet guna mencegah adanya komunikasi antara peserta dengan pihak luar. Kepala Humas Unnes, Surahmat, menegaskan bahwa kebijakan tersebut diambil demi menjaga integritas ujian.

“Kami mengupayakan seminimal mungkin adanya praktik kecurangan, karena kami bekerja sama dengan supervisi pemerintah,” ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (26/4/2026).

Tak hanya itu, pengawasan berlapis juga diterapkan selama UTBK berlangsung. Setiap peserta diperiksa menggunakan metal detector guna memastikan tidak ada alat bantu ilegal yang dibawa ke dalam ruang ujian. Bahkan, aturan keterlambatan pun ditegakkan secara tegas—peserta yang datang setelah ujian dimulai otomatis dinyatakan gugur.

Sementara itu, pendekatan berbeda diterapkan oleh Universitas Gadjah Mada. Kampus ini menggunakan sistem operasi khusus berbasis Linux yang dijalankan melalui USB untuk mencegah akses aplikasi jarak jauh yang kerap digunakan dalam praktik kecurangan.

Direktur Teknologi Informasi UGM, Ridi Ferdiana, menjelaskan bahwa sistem tersebut dirancang dalam lingkungan tertutup sehingga peserta hanya dapat mengakses aplikasi ujian yang telah ditentukan. “Lingkungan sistem yang terkontrol ini menjaga ujian tetap aman dari intervensi luar,” jelasnya.

UGM juga mengoperasikan empat server utama yang telah melalui uji beban dan uji coba nasional. Sistem failover pun diterapkan untuk memastikan ujian tetap berjalan lancar jika terjadi gangguan teknis di salah satu server.

Di sisi lain, panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026 mengungkap sejumlah modus kecurangan yang berhasil ditemukan di berbagai lokasi ujian. Mulai dari praktik perjokian hingga penggunaan alat bantu canggih seperti perangkat komunikasi tersembunyi.

Salah satu kasus terjadi di Universitas Diponegoro, di mana peserta kedapatan menggunakan alat bantu dengar yang disembunyikan di telinga. Bahkan, alat tersebut harus dilepas dengan bantuan dokter spesialis THT.

Ketua Umum SNPMB 2026, Eduart Wolok, menegaskan bahwa panitia tidak akan mentolerir segala bentuk kecurangan. Langkah tegas akan terus dilakukan demi menjaga keadilan bagi seluruh peserta.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com