Internasional . 27/04/2026, 06:35 WIB

Jepang Utara Diguncang Gempa Magnitudo 6,1, Wilayah Hokkaido Jadi Pusat Getaran

Penulis : Lina  |  Editor : Lina

fin.co.id - Masyarakat di wilayah utara Jepang dikejutkan oleh guncangan gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,1 pada Senin 27 April 2026 pagi. Berdasarkan laporan dari Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), titik koordinat gempa terdeteksi berada di daratan, namun hingga saat ini otoritas setempat belum merilis laporan resmi terkait adanya korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur yang masif.

Gempa tersebut berpusat sekitar 18 kilometer di sebelah barat Sarabetsu, sebuah kota kecil yang terletak di prefektur Hokkaido. Data teknis menunjukkan bahwa lindu terjadi pada kedalaman 81 kilometer di bawah permukaan tanah. Meskipun kekuatannya cukup signifikan, kedalaman gempa yang mencapai lebih dari 80 kilometer ini biasanya membantu meredam potensi kerusakan parah di permukaan dibandingkan gempa dangkal.

Analisis Geologis dan Potensi Tsunami

Otoritas meteorologi Jepang memantau ketat pergerakan seismik pasca-gempa ini. Berbeda dengan kejadian sebelumnya, getaran kali ini tidak memicu sirine peringatan tsunami. Meski demikian, penduduk di pesisir Hokkaido tetap diminta waspada terhadap kemungkinan adanya gempa susulan yang bisa terjadi dalam beberapa jam ke depan.

Kondisi geografis Jepang yang berada di jalur Cincin Api Pasifik memang membuatnya sangat rentan terhadap aktivitas tektonik. Kedalaman 81 kilometer mengategorikan gempa ini sebagai gempa bumi menengah, yang getarannya bisa dirasakan dalam radius yang cukup luas namun dengan intensitas kerusakan yang cenderung lebih rendah.

Rentetan Gempa Besar dalam Sepekan Terakhir

Kejadian pagi ini menambah daftar aktivitas seismik tinggi di wilayah utara Jepang. Pasalnya, tepat pada Senin pekan lalu, kawasan yang sama sempat diguncang gempa yang jauh lebih dahsyat berkekuatan M 7,7. Lindu besar tersebut sempat memicu kepanikan massal karena adanya peringatan dini tsunami singkat bagi warga pesisir.

Para ahli geologi sebelumnya telah mengeluarkan peringatan mengenai peningkatan risiko "Megaquake" atau gempa raksasa di sepanjang palung laut Jepang pasca-gempa M 7,7 pekan lalu. Meskipun gempa M 6,1 hari ini memiliki mekanisme yang berbeda, rentetan aktivitas ini terus menjadi fokus utama pemerintah Jepang dalam memitigasi bencana besar yang mungkin terjadi di masa depan.

Saat ini, petugas darurat di Hokkaido masih melakukan penyisiran di daerah-daerah terpencil dekat Sarabetsu guna memastikan keselamatan warga. Transportasi publik, termasuk kereta cepat Shinkansen, sempat mengalami penghentian operasional sesaat untuk pengecekan prosedur keamanan standar sebelum akhirnya kembali beroperasi normal.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com