Nasional . 28/04/2026, 15:38 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
fin.co.id - Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN, Dony Oskaria, memastikan akan melakukan perombakan dan evaluasi mendalam terhadap jajaran manajemen PT Kereta Api Indonesia (Persero). Langkah tegas ini diambil sebagai respons atas kecelakaan maut yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026.
Pihak BP BUMN saat ini sedang menunggu laporan resmi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk membedah akar permasalahan insiden tersebut. "Secara manajemen tentu akan kita evaluasi juga. Bagaimana penyebab, efek, kita tunggu hasil dari KNKT, itu akan kita jadikan sebagai bahan untuk evaluasi daripada manajemen kita," tegas Dony saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa 28 April 2026.
Selain membedah performa manajerial, pemerintah memberikan perhatian khusus pada infrastruktur keselamatan transportasi massal. Fokus utama evaluasi ini menyasar penguatan sistem pengamanan di lebih dari 1.800 titik lintasan kereta api yang tersebar di seluruh Indonesia.
Dony mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan instruksi untuk mengalokasikan anggaran sebesar 4 triliun rupiah guna membenahi perlintasan sebidang yang berisiko tinggi. Dana besar tersebut berasal dari sinergi anggaran pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan serta dukungan anggaran dari sektor BUMN. "Bapak Presiden menyampaikan akan ada tambahan untuk keseluruhan dari proses keamanan dan juga kita akan evaluasi," tambah Dony.
Dony Oskaria juga telah meninjau langsung lokasi kejadian di Bekasi Timur pada Selasa dini hari untuk memastikan proses evakuasi berjalan lancar. Meski fokus pada evaluasi sistemik sangat penting, pemerintah saat ini lebih memprioritaskan ketersediaan layanan medis bagi para penyintas.
Hingga laporan terakhir, tragedi ini telah merenggut 14 nyawa dan menyebabkan 84 orang lainnya mengalami luka-luka. Para korban saat ini tengah mendapatkan perawatan intensif di berbagai fasilitas kesehatan, termasuk RSUD Bekasi, RS Primaya, RS Bella, hingga RS Mitra Keluarga.
"Fokus utama kami saat ini bukan hanya pemulihan operasional jalur, tetapi memastikan setiap individu yang terdampak mendapatkan penanganan yang paling cepat dan terbaik," pungkasnya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media