Nasional . 28/04/2026, 12:02 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Ketika masuk ke ranah ICMI Jumhur memimpin CIDES dan terlihat terlihat di sini ada pergeseran dari konfrontasi menjadi mediasi, ari aksi menjadi formulasi kebijakan (CIDES memasok kebijakan kepada Presiden Habibie).
Kiprahnya masuk ke dalam kekuasaan walaupun tidak di tengah ada benang merahnya, yakni tetap pro-rakyat, mengembangkan ekonomi kerakyatan dan enjadi jembatan masyarakat–negara.
"Pertanyaan saya sekali lagi, apakah Jumhur Menteri LH yang baru akan tetap sebagai aktivis dengan penuh idealisme atau menjadi Jumhur sang birokrat? Jawaban saya dan mungkin juga harapan, Jumhur sudah pada usia matang dan senior tetap tidak akan meninggalkan idealisme, tapi mengubah alat perjuangannya tidak akan lagi frontal," tuturnya.
Didik melihat, bahwa situasi di dalam kekuasaan pasti dipahami dengan ada di kekuasan perubahan tetap harus berproses dalam perubahan yang sistematik.
Menurutnya, tidak bisa lagi gaya protes seperti fase aktivisme tetapi mulai bermain di wilayah kebijaka (policy design) karena dia memegang kekuasaan dalam bidang Lingkungan Hidup)
"Catatan saya sebagai sahabat, tidak ada lagi “romantisme aktivisme” dengan idealisme di atas langit.. Sekarang realitas politik lingkungan hidup dengan segala kerumitan dan permasalahannya sudah ada di hadapannya," tegasnya.
"Ujian terbesar bagi seorang aktivis adalah konsistensinya. Banyak aktivis gagal saat masuk kekuasaan lalu menjual idealismenya dan melakukan kompromi politik, yang dulu ditentangnya," pungkasnya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media