Nasional . 28/04/2026, 00:12 WIB
Penulis : Rikhi Ferdian Herisetiana | Editor : Rikhi Ferdian Herisetiana
fin.co.id - PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) langsung menerjunkan tim investigasi untuk mendalami penyebab tabrakan antara KRL Commuter Line dan KA Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam. Selain penyelidikan teknis, pihak operator memastikan seluruh biaya pengobatan dan santunan bagi para korban akan dipenuhi sepenuhnya.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah penanganan korban dan pemulihan jalur. Hingga Senin malam pukul 20.40 WIB, tercatat dua orang meninggal dunia dalam insiden tersebut.
"Pihak KAI akan bertanggung jawab penuh untuk pengobatan korban luka-luka. Kami juga menyampaikan permohonan maaf serta bela sungkawa yang mendalam kepada keluarga korban atas peristiwa ini," ujar Franoto di Bekasi, Senin malam.
Mengenai penyebab pasti kecelakaan yang melibatkan rangkaian kereta api eksekutif dan kereta komuter tersebut, Franoto menyebut pihaknya masih melakukan pendalaman bersama KNKT. Investigasi akan menyasar pada kronologi serta kendala teknis maupun operasional yang terjadi di lapangan.
Evakuasi dan Operasional Terbatas
Secara terpisah, VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda menjelaskan bahwa proses evakuasi penumpang masih berlangsung hingga tengah malam. Akibat kerusakan sarana di lokasi, operasional perjalanan KRL lintas Bekasi mengalami gangguan signifikan.
"Perjalanan hanya dilayani hingga Stasiun Bekasi dan belum bisa menjangkau Stasiun Cikarang. Penanganan di Stasiun Bekasi Timur terus dilakukan agar jalur bisa segera normal kembali," kata Karina.
Berdasarkan infomasi yang dihimpun, benturan keras terjadi pada gerbong paling belakang KRL yang merupakan gerbong khusus wanita. Andi (42), salah satu penumpang selamat, menceritakan kepanikan saat gerbong yang ditumpanginya dihantam dari belakang.
"Kejadiannya sangat cepat. Kereta jarak jauh menabrak gerbong paling belakang, itu gerbong khusus wanita yang paling hancur," ungkapnya.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menambahkan bahwa para korban luka telah dilarikan ke beberapa rumah sakit terdekat, termasuk RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi dan sejumlah RS swasta di sekitar stasiun. Meski jumlah pasti korban luka masih didata, Anne memastikan petugas lapangan terus berupaya mengevakuasi seluruh awak dan penumpang yang terdampak.
Hingga berita ini diturunkan, petugas teknis masih berupaya memindahkan bangkai gerbong KRL yang ringsek guna memulihkan arus lalu lintas kereta api di jalur tersibuk tersebut.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media