Nasional . 28/04/2026, 16:07 WIB
Penulis : Lina | Editor : Lina
fin.co.id - CEO Danantara, Rosan Roeslani, memberikan kepastian mengenai penanganan medis para korban tabrakan maut KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi. Saat mengunjungi para penyintas di RSUD Bekasi, Rosan mengonfirmasi bahwa total korban yang dilarikan ke rumah sakit mencapai 88 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 28 penumpang telah mendapatkan izin untuk pulang ke rumah masing-masing setelah kondisi mereka stabil.
Dalam keterangannya, Rosan menyampaikan duka cita mendalam atas bertambahnya angka korban jiwa yang kini mencapai 15 orang. Ia menegaskan bahwa PT KAI akan memikul seluruh tanggung jawab finansial tanpa terkecuali.
"Tentunya pemerintah dalam hal ini KAI akan bertanggung jawab penuh atas baik itu biaya pada saat ini, biaya kesehatan, kemudian biaya-biaya lainnya yang menyangkut yang disebabkan oleh kecelakaan ini," tegas Rosan di hadapan awak media pada Selasa, 28 April 2026.
Danantara selaku badan pengelola investasi negara akan segera melakukan audit menyeluruh terhadap operasional PT KAI. Langkah ini melibatkan koordinasi intensif dengan kementerian serta lembaga terkait guna menjamin standar keamanan transportasi publik di Indonesia berada pada level tertinggi. Rosan menyebutkan bahwa nyawa manusia merupakan prioritas utama yang tidak bisa dikompromikan dalam setiap operasional kereta api.
"Tentunya kami akan mengevaluasi secara keseluruhan dan juga melakukan asesmen terhadap Kereta Api Indonesia ini bersama-sama tentu dengan kementerian terkait, dengan badan terkait untuk memastikan bahwa keselamatan itu adalah menjadi prioritas paling utama," lanjutnya. Evaluasi ini diharapkan mampu membedah celah keamanan sistem perkeretaapian agar risiko kecelakaan serupa tidak terulang di masa depan.
Sebagai solusi jangka panjang guna mencegah kecelakaan di titik rawan yang sama, pemerintah akan mempercepat pembangunan jembatan layang atau flyover di lokasi kejadian. Proyek ini merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto sebagai langkah antisipasi cepat terhadap gangguan keamanan di perlintasan sebidang.
Rosan menjelaskan bahwa pelaksanaan proyek infrastruktur ini tidak akan ditunda lagi demi menghilangkan persimpangan sebidang yang sering kali menjadi pemicu kecelakaan. "Itu akan dilaksanakan sesegera mungkin ya, dan ini adalah langkah-langkah yang cepat dari Bapak Presiden untuk memastikan bahwa kejadian seperti ini tidak pernah akan dan boleh terulang lagi," pungkas Rosan mengakhiri kunjungannya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media