Nasional . 28/04/2026, 21:40 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
Fin.co.id - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi, mengusulkan perubahan radikal pada tata letak rangkaian kereta api di Indonesia.
Hal ini disampaikan saat mengunjungi para korban kecelakaan maut di RSUD Kota Bekasi, Selasa (28/4/2026).
Berkaca dari hancurnya gerbong khusus perempuan yang berada di posisi paling belakang saat diseruduk KA Argo Bromo, Arifatul menilai posisi ujung sangat rentan terhadap fatalitas.
Ia menyarankan agar operator kereta api mengevaluasi kebijakan menaruh gerbong perempuan di ujung depan atau belakang.
Menurutnya, meletakkan gerbong perempuan di bagian tengah yang diapit gerbong laki-laki dapat meminimalisir dampak langsung jika terjadi benturan keras dari depan maupun belakang.
"Dengan peristiwa ini kita mengusulkan kalau bisa (gerbong) yang perempuan itu ditaruh di tengah. Jadi yang laki-laki di ujung, yang perempuan depan belakang itu laki-laki. Jadi yang perempuan di tengah gitu tadi sementara," tegas Arifatul Choiri Fauzi.
Selain menyoroti aspek keamanan teknis, Menteri PPPA juga memberikan perhatian serius pada masa depan para korban yang mayoritas adalah pekerja perempuan.
Ia berkomitmen untuk berkomunikasi dengan perusahaan-perusahaan tempat korban bernaung agar memberikan keringanan atau cuti medis hingga korban benar-benar pulih secara total, baik fisik maupun mental.
Pihak Kementerian PPPA memastikan bahwa bantuan yang diberikan tidak hanya sebatas medis, tetapi juga mencakup trauma healing khusus untuk mengatasi dampak psikis yang mendalam akibat kecelakaan horor tersebut.
Pemulihan trauma (psychological recovery) bagi korban selamat.
Memastikan pemenuhan gaji dan posisi kerja tetap aman selama masa pemulihan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media