Nasional . 29/04/2026, 21:38 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
Fin.co.id - PT Kereta Api Indonesia (Persero) secara resmi menyatakan tidak akan melakukan perombakan atau perubahan pada susunan gerbong KRL Commuter Line, terutama terkait posisi gerbong khusus wanita.
Hal ini diambil sebagai langkah konsisten dalam menjaga standar keamanan dan kenyamanan yang telah teruji selama bertahun-tahun.
Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menegaskan keselamatan seluruh pengguna jasa, baik laki-laki maupun perempuan, merupakan harga mati yang tidak dapat ditawar.
Penegasan ini muncul di tengah diskusi publik mengenai evaluasi operasional pascatragedi tabrakan di Stasiun Bekasi Timur yang menelan 16 korban jiwa pada Senin lalu.
“Kami perlu menegaskan kembali keselamatan adalah prioritas utama kami. Tidak ada toleransi sedikit pun untuk menurunkan tingkat keamanan pelanggan. Baik laki-laki maupun perempuan, hak atas keselamatan mereka sama,” tegas Bobby Rasyidin di Bekasi, Rabu (29/04/2026).
Meskipun terdapat usulan dari berbagai pihak pascainsiden, KAI menilai formasi gerbong yang ada saat ini adalah yang paling efektif dalam menekan angka kriminalitas di dalam kereta.
Penempatan gerbong khusus di ujung rangkaian (depan dan belakang) memiliki tujuan strategis yang sudah melalui kajian mendalam.
Setidaknya ada tiga alasan utama mengapa KAI tetap mempertahankan susunan tersebut:
Sebelumnya, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi, sempat memberikan usulan untuk meninjau ulang posisi gerbong perempuan.
Usulan ini muncul saat beliau menjenguk korban luka di RSUD Kota Bekasi pada Selasa (28/04/2026), sebagai bentuk mitigasi agar risiko fatalitas pada gerbong tertentu tidak terulang jika terjadi insiden serupa.
Namun, KAI memandang bahwa penguatan sistem keamanan jauh lebih krusial dibandingkan mengubah susunan fisik kereta.
Data internal KAI tahun 2025 menunjukkan keberadaan gerbong khusus telah berhasil menurunkan angka laporan pelecehan seksual di atas kereta hingga 40% dibandingkan periode sebelumnya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media