Megapolitan . 29/04/2026, 13:54 WIB

May Day 2026 Dipusatkan di Monas, Buruh Siap Turun 100 Ribu Massa Usai Bertemu Prabowo

Penulis : Mihardi  |  Editor : Mihardi

fin.co.id – Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersama Partai Buruh bakal menggelar peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Monumen Nasional (Monas). Hal itu dilakukan usai pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto.

Keputusan tersebut disampaikan langsung Presiden KSPI sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal.

"Setelah berdiskusi langsung dengan Presiden Prabowo Subianto mengenai May Day dan masa depan Indonesia, kami memutuskan merayakan May Day di Monas bersama Presiden dan elemen serikat pekerja lainnya," ujar Said, Rabu, 29 April 2026.

Sebelumnya, aksi buruh direncanakan berlangsung di gedung DPR RI. Namun, setelah adanya ruang dialog dari pemerintah serta respons terhadap sejumlah tuntutan, lokasi kegiatan dipindahkan ke Monas.

Menurut Said Iqbal, May Day bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum penting bagi buruh untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pemerintah. Ia menyebut sebagian dari 11 tuntutan yang diajukan telah mendapat tanggapan dari Presiden.

Dalam perayaan May Day di Jakarta, KSPI akan mengerahkan sekitar 50 ribu massa. Secara keseluruhan, jumlah buruh yang hadir diperkirakan mencapai 100 ribu orang dari berbagai elemen serikat pekerja.

Selain di Jakarta, peringatan May Day juga akan digelar serentak di 38 provinsi dan lebih dari 350 kota di seluruh Indonesia, termasuk di Bandung, Surabaya, Semarang, hingga Makassar.

Dalam aksi tersebut, buruh mengusung 11 isu utama, antara lain pengesahan RUU Ketenagakerjaan, penghapusan outsourcing dan upah murah, ancaman PHK akibat kondisi global, reformasi pajak, hingga perlindungan industri nasional seperti tekstil dan nikel.

KSPI juga mendorong penurunan tarif ojek online menjadi 10 persen serta pengangkatan tenaga honorer menjadi PPPK penuh waktu.

Said Iqbal mengungkapkan bahwa Presiden memberikan sejumlah respons, termasuk rencana pembentukan Satuan Tugas (Satgas) PHK dan upaya penciptaan lapangan kerja. Pemerintah juga disebut akan meninjau ulang kebijakan perpajakan serta mendorong hilirisasi sumber daya alam guna meningkatkan kesejahteraan pekerja.

Di sektor industri, pemerintah diyakini tidak akan membiarkan penutupan pabrik, khususnya pada sektor strategis seperti tekstil dan nikel.

KSPI dan Partai Buruh pun mengimbau seluruh peserta aksi untuk menjaga ketertiban serta mengedepankan aksi damai.

"Lami mengimbau seluruh buruh merayakan May Day dengan semangat, damai, anti kekerasan dan tidak anarkis," ujarnya.

Ia menilai, pertemuan dengan Presiden membuka peluang dialog yang lebih luas bagi buruh dalam memperjuangkan hak-haknya.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com