Nasional . 29/04/2026, 08:49 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
AHY menekankan bahwa perhatian utama pemerintah bukan pada pemisahan penumpang berdasarkan jenis kelamin, melainkan pembenahan sistem transportasi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Menurutnya, keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam operasional transportasi publik.
"Jadi yang kita fokuskan adalah bukan perempuan dan lakinya tetapi bagaimana sistem transportasi kereta dan sistem transportasi publik lainnya ini aman, selamat, menghadirkan rasa aman, nyaman, dan juga safety first itu benar-benar bukan hanya menjadi jargon tapi benar-benar bisa kita terapkan dengan baik," ujarnya.
Ia juga memastikan investigasi menyeluruh akan dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) guna mengungkap penyebab kecelakaan.
"KNKT tadi sudah menyanggupi akan melakukan investigasi secara menyeluruh. Saya minta transparan, terbuka, bisa dijelaskan kepada publik. Karena ini juga harus ada faktor edukasinya," ujarnya.
Kronologi Tabrakan di Bekasi Timur
Insiden maut di Stasiun Bekasi Timur bermula ketika sebuah taksi Green SM berhenti di tengah rel kereta pada Senin 27 April malam.
Taksi tersebut kemudian tertabrak KRL yang melaju dari arah Cikarang menuju Jakarta. Setelah benturan terjadi, KRL berhenti di tengah jalur dan proses evakuasi dilakukan warga sekitar.
Di waktu yang sama, sebuah KRL tujuan Cikarang tertahan lebih lama di Stasiun Bekasi Timur akibat gangguan jalur.
Kereta yang berhenti tersebut kemudian ditabrak KA Argo Bromo Anggrek yang datang dari arah Jakarta, menyebabkan kecelakaan besar yang menimbulkan korban jiwa. *
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media