Nasional . 29/04/2026, 18:56 WIB

Sindiran Keras RI 1: Pengusaha Makan Fasilitas Negara Tapi Parkir Uang di Luar Negeri, Ini Ultimatumnya

Penulis : Rizal Husen  |  Editor : Rizal Husen

Fin.co.id - Presiden Prabowo Subianto secara terbuka melontarkan kritik pedas terhadap para pengusaha nasional yang masih gemar menyimpan modal dan keuntungan usahanya di luar negeri.

Peringatan keras ini disampaikan di tengah upaya pemerintah memperketat pengawasan terhadap aliran modal keluar (capital outflow) guna memperkuat kedaulatan ekonomi nasional.

Dalam arahannya pada Rabu, 29 April 2026, Presiden menegaskan bahwa pemerintah telah memberikan berbagai kemudahan.

Mulai dari konsesi lahan tambang dan perkebunan hingga akses kredit dari bank-bank milik negara. Namun, sangat disayangkan ketika keberhasilan tersebut justru tidak diputar kembali di dalam negeri.

"Kita kasih konsesi tambang, kita kasih perkebunan, kita beri kredit dari bank rakyat, tapi begitu berhasil, uangnya justru ditaruh di luar negeri. Indonesia bukan sawah atau ladang milik bangsa lain!" tegas Presiden Prabowo dengan nada bicara yang menggelegar.

Pembersihan Kabinet dari Pihak 'Kaki Tangan Asing

Presiden kedelapan RI ini memberikan sinyalemen kuat ia tidak akan menoleransi siapa pun di lingkaran kekuasaannya yang tidak memiliki semangat patriotisme.

Beliau menegaskan akan mendepak pihak-pihak yang lebih mendahulukan kepentingan asing ketimbang kemakmuran rakyat Indonesia.

"Bangsa Indonesia ingin kekayaannya berada di tangan sendiri dan dinikmati langsung oleh rakyatnya. Saya tidak mau ada pihak yang hanya mengeruk keuntungan tanpa rasa nasionalisme," tambahnya.

Sebagai langkah nyata memperkuat industri dalam negeri, Presiden Prabowo meresmikan 13 proyek hilirisasi tahap II yang berpusat di Cilacap, Jawa Tengah.

Proyek ambisius ini menelan nilai investasi fantastis mencapai Rp116 triliun, yang bersumber dari konsorsium BUMN dan mitra strategis.

Beberapa proyek utama yang resmi dimulai pembangunannya meliputi:

• Sektor energi: pembangunan kilang gasoline modern di Cilacap dan Dumai untuk menekan impor BBM.

• Sektor mineral: fasilitas pengolahan batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) di Tanjung Enim sebagai substitusi LPG.

• Integrasi industri: melibatkan sinergi raksasa BUMN seperti Pertamina, MIND ID, Krakatau Steel, dan PTPN.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com