Nasional . 29/04/2026, 12:15 WIB

Soal Usulan Gerbong Perempuan Dipindah, Begini Kata KAI

Penulis : Mihardi  |  Editor : Mihardi

fin.co.id - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin, merespons usulan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) terkait pemindahan gerbong khusus perempuan ke bagian tengah rangkaian kereta.

Ia menegaskan,aspek keselamatan tidak dibedakan berdasarkan jenis kelamin penumpang.

"Kami tidak membedakan keselamatan antara perempuan dan laki-laki," katanya kepada wartawan, Rabu, 29 April 2026.

Meski demikian, Bobby menjelaskan bahwa keberadaan gerbong khusus perempuan memiliki sejumlah pertimbangan, seperti mencegah pelecehan, memudahkan akses, serta meningkatkan rasa aman bagi penumpang perempuan.

"Pemisahan ini untuk menghindari harassment, memberikan kemudahan akses, dan juga karena posisinya dekat dengan petugas keamanan," paparnya.

KAI, lanjutnya, akan terus melakukan evaluasi terhadap layanan, termasuk pengaturan gerbong dan sistem keselamatan, guna memberikan perlindungan optimal bagi seluruh pengguna jasa.

Di sisi lain, KAI juga tengah memetakan ribuan perlintasan sebidang yang dinilai berisiko tinggi. Dari data yang dimiliki, terdapat sekitar 1.800 titik yang akan diprioritaskan penanganannya secara bertahap.

"Kita sudah punya data 1.800 perlintasan sebidang. Mana yang sangat membahayakan akan kita prioritaskan dulu di tahun ini," ujarnya.

Langkah tersebut sejalan dengan arahan pemerintah dalam meningkatkan keselamatan transportasi, terutama pasca kecelakaan di wilayah Bekasi. Saat ini, KAI bersama Kementerian Perhubungan juga tengah mempercepat proses pengelolaan prasarana perkeretaapian.

Sementara itu, data terbaru menunjukkan jumlah korban kecelakaan kereta di Bekasi Timur terus bertambah. Hingga kini, tercatat 15 orang meninggal dunia dan 76 lainnya mengalami luka-luka.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, menyebutkan korban meninggal tersebar di beberapa rumah sakit, di antaranya RS Polri, RSUD Bekasi, RS Bella, dan RS Mitra.

Total korban dalam insiden tersebut mencapai 91 orang. Aparat kepolisian bersama instansi terkait masih terus melakukan penanganan, termasuk proses identifikasi jenazah dan perawatan korban luka.

Proses identifikasi juga masih berlangsung di RS Polri Kramat Jati. Tim Disaster Victim Identification (DVI) terus bekerja mencocokkan data antemortem dan postmortem guna memastikan identitas korban sebelum diserahkan kepada keluarga.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com