Megapolitan . 30/04/2026, 13:30 WIB
Penulis : Rikhi Ferdian Herisetiana | Editor : Rikhi Ferdian Herisetiana
fin.co.id - Fenomena El Nino yang memicu suhu panas berkepanjangan di wilayah Kabupaten Tangerang berdampak pada kesehatan masyarakat. Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang mencatat adanya tren kenaikan kasus infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) akibat cuaca ekstrem tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, menjelaskan bahwa suhu tinggi yang terjadi belakangan ini memicu penurunan daya tahan tubuh masyarakat. Kondisi ini membuat warga menjadi lebih rentan terpapar penyakit, khususnya gangguan pernapasan.
"Perubahan cuaca yang ekstrem dan suhu yang tinggi memengaruhi imunitas tubuh. Dampaknya, kasus ISPA mengalami peningkatan," ujar Hendra di Tangerang, Kamis (30/4/2026).
Berdasarkan data sementara Dinkes Kabupaten Tangerang, jumlah kasus ISPA saat ini rata-rata mencapai 3.000 kasus per bulan. Angka tersebut meningkat dibandingkan kondisi normal yang biasanya berada di kisaran 2.500 kasus per bulan.
Hendra memperingatkan masyarakat agar tidak meremehkan gejala ISPA. Jika tidak segera mendapatkan penanganan medis, infeksi tersebut berisiko berkembang menjadi bronkopneumonia atau peradangan pada titik saluran udara paru-paru.
"Yang perlu diwaspadai adalah jika ISPA tidak segera diobati, karena bisa berkembang menjadi bronkopneumonia yang dapat merusak paru-paru," tuturnya.
Selain ISPA, suhu panas ekstrem juga berpotensi menyebabkan dehidrasi dan kelelahan fisik bagi warga yang banyak beraktivitas di luar ruangan.
Terkait kondisi ini, Pemerintah Kabupaten Tangerang mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama pada jam puncak panas antara pukul 12.00 hingga 15.00 WIB. Warga juga diminta rutin mengonsumsi air putih dan menggunakan pelindung diri seperti topi atau payung saat berada di bawah paparan sinar matahari.
"Kami mengingatkan masyarakat untuk menjaga kondisi tubuh, cukup minum air putih, dan melindungi diri dari paparan panas agar terhindar dari risiko kesehatan," pungkas Hendra.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media