Internasional . 30/04/2026, 09:29 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyampaikan pandangannya terkait posisi Inggris dalam dinamika geopolitik Timur Tengah, khususnya mengenai potensi dukungan terhadap langkah AS terhadap Iran.
Dalam pernyataannya kepada wartawan pada Rabu 29 April 2026, Trump menilai Raja Inggris Charles III kemungkinan memiliki pandangan yang sejalan dengan kepentingan Washington.
“Jika itu terserah Raja Charles, dia mungkin akan membantu kami melawan Iran,” kata Trump kepada wartawan pada Rabu 29 April 2026.
Trump juga menyebut bahwa Raja Charles diperkirakan akan mengikuti arahan atau saran dari AS terkait isu konflik di Ukraina.
Pernyataan tersebut muncul di tengah hubungan diplomatik yang dinilai mengalami ketegangan antara Washington dan pemerintahan Inggris terkait sejumlah kebijakan luar negeri.
Sebelumnya, pada Maret lalu, Trump mengungkapkan rasa kecewanya terhadap Perdana Menteri Inggris Keir Starmer yang menurutnya tidak bersedia memberikan dukungan kepada AS dalam konflik dengan Iran.
“Ini bukan Winston Churchill yang sedang kita hadapi,” kata Trump.
Selain soal kebijakan luar negeri, Trump turut mengkritik Starmer dalam hal kebijakan migrasi dan energi yang diterapkan pemerintah Inggris.
Pada 1 April, Trump juga mengungkapkan bahwa dirinya mempertimbangkan kemungkinan menarik AS dari North Atlantic Treaty Organization setelah sejumlah negara sekutu tidak mendukung keterlibatan dalam perang AS-Israel melawan Iran.
Menurut Trump, negara-negara Eropa tidak lagi dipandang sebagai mitra pertahanan yang sepenuhnya dapat diandalkan, terutama setelah penolakan mereka terhadap seruan AS untuk mengirim kapal perang ke Selat Hormuz. *
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media