Internasional . 30/04/2026, 07:02 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
• Aliansi Militer: Trump secara konsisten mengaitkan dukungan militer AS bagi negara Teluk dengan kebijakan harga minyak yang terjangkau.
• Tekanan Washington: Sebagai sekutu terdekat AS, langkah UEA ini memperlemah posisi tawar OPEC di mata dunia Barat.
Hengkangnya UEA diprediksi akan menciptakan kekosongan besar dan melemahkan pengaruh kolektif OPEC+ dalam menstabilkan harga minyak dunia.
Dengan hilangnya salah satu produsen terbesar, Arab Saudi kini harus memikul beban sendirian dalam menjaga keseimbangan pasar, atau terpaksa menghadapi perang harga baru jika negara-negara lain mengikuti jejak "pemberontakan" Abu Dhabi.
Pasar minyak mentah global kini menantikan bagaimana reaksi pasar pada pembukaan perdagangan setelah 1 Mei, di mana spekulasi mengenai lonjakan suplai dari UEA diperkirakan akan langsung menekan harga kontrak berjangka di bursa New York dan London.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media