Nasional . 30/04/2026, 22:22 WIB

UNESCO LIRIK INDONESIA LAGI! Setelah Rinjani, Giliran Tambora Menuju Geopark Dunia 2026

Penulis : Rizal Husen  |  Editor : Rizal Husen

Fin.co.id - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) resmi menaikkan status prioritas Geopark Tambora untuk segera menyusul kesuksesan Rinjani di kancah internasional.

Fokus utama saat ini adalah memperkuat dokumen serta narasi geologi guna memastikan Tambora diakui sebagai UNESCO Global Geopark (UGG) pada periode 2026 ini.

Langkah strategis ini diambil guna mempertegas posisi NTB sebagai destinasi wisata berbasis geologi (geowisata) nomor satu di Indonesia.

Dengan masuknya Tambora ke jaringan dunia, NTB akan memiliki dua "mahakarya alam" yang diakui secara global, memberikan dampak luar biasa pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

"Fokus kami sekarang adalah memastikan Tambora juga mendapatkan pengakuan dalam jaringan geopark dunia. Tim sedang memproses narasi tertulis agar NTB memiliki dua aset besar yang diapresiasi secara internasional," tegas Kepala Bappeda NTB, Baiq Nelly Yuniarti, Kamis (30/04/2026).

Kejayaan Rinjani: Raih 'Green Card' Kedua di Paris

Kabar baik datang dari Markas Besar UNESCO di Paris, Prancis, pada 28 April 2026. Geopark Rinjani-Lombok berhasil mempertahankan statusnya dengan meraih Kartu Hijau (Green Card) untuk kedua kalinya.

Pencapaian ini membuktikan bahwa tata kelola lingkungan, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat di sekitar Rinjani tetap memenuhi standar ketat dunia.

General Manager Geopark Rinjani, Qwadru Putro Wicaksono, menyebutkan mempertahankan status ini jauh lebih berat daripada meraihnya pertama kali. Keberhasilan ini menjadi modal kepercayaan diri bagi Pemprov NTB untuk membawa Tambora ke posisi yang sama.

Gunung Tambora yang terletak di Pulau Sumbawa bukan sekadar destinasi pendakian biasa. Memiliki ketinggian 2.851 mdpl, gunung ini mencatatkan sejarah melalui letusan dahsyat tahun 1815 yang mengubah iklim dunia dan menyisakan kaldera raksasa berdiameter 7 kilometer.

Saat ini, Tambora merupakan bagian integral dari kawasan Samota (Saleh, Moyo, Tambora). Penetapan ini bertujuan untuk mengintegrasikan potensi maritim dan vulkanologi dalam satu kawasan ekonomi dan konservasi.

• Status Saat Ini: Geopark Nasional.

• Ketinggian: 2.851 mdpl.

• Keunggulan: Situs sejarah, laboratorium geologi dunia, dan pusat ekologi Taman Nasional Tambora.

Sertifikasi Internasional untuk Dongkrak Promosi Global

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com