Sejarah Hari Buruh Internasional dan Mengapa Diperingati pada Bulan Mei?

news.fin.co.id - 01/05/2026, 07:35 WIB

Sejarah Hari Buruh Internasional dan Mengapa Diperingati pada Bulan Mei?

Ribuan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menggelar aksi unjuk rasa besar di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Senin, 22 September 2025. Foto: Fajar Ilman

Makna Hari Buruh di Berbagai Negara

Hari Buruh tidak selalu dirayakan dengan cara yang sama di setiap negara. Di banyak wilayah Eropa, peringatan ini identik dengan demonstrasi besar dan pidato serikat pekerja.

Di beberapa negara Asia, termasuk Indonesia, Hari Buruh menjadi momentum untuk menyuarakan isu ketenagakerjaan seperti upah minimum, kontrak kerja, jaminan sosial, hingga perlindungan pekerja informal.

Menariknya, di United States dan Canada, Hari Buruh tidak diperingati pada 1 Mei. Kedua negara tersebut merayakan Labor Day pada hari Senin pertama bulan September. Perbedaan ini muncul karena faktor politik dan sejarah masing-masing negara. 

Sejarah Hari Buruh di Indonesia

Di Indonesia, Hari Buruh sudah dikenal sejak masa kolonial. Peringatan Hari Buruh pertama kali dilakukan sekitar tahun 1918 oleh kelompok pekerja di masa pemerintahan Hindia Belanda.

Namun, perayaan ini sempat mengalami pasang surut. Pada masa Orde Baru, peringatan Hari Buruh tidak terlalu menonjol karena dianggap berkaitan dengan gerakan politik tertentu.

Baru pada tahun 2013, pemerintah Indonesia menetapkan 1 Mei sebagai hari libur nasional melalui kebijakan resmi. Sejak saat itu, Hari Buruh menjadi agenda tahunan yang diperingati secara luas oleh berbagai serikat pekerja dan masyarakat.

Hari Buruh Bukan Sekadar Libur

Banyak orang memandang Hari Buruh hanya sebagai hari libur tambahan. Padahal, di balik tanggal tersebut terdapat sejarah panjang tentang perjuangan hak manusia dalam dunia kerja.

Hari Buruh menjadi pengingat bahwa hak-hak pekerja seperti jam kerja yang wajar, cuti, upah layak, dan perlindungan sosial tidak muncul begitu saja. Semua itu lahir dari perjuangan panjang yang melibatkan demonstrasi, pengorbanan, bahkan tragedi.

Karena itu, setiap tanggal 1 Mei bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga refleksi terhadap kondisi pekerja masa kini. Apakah kesejahteraan buruh sudah terpenuhi? Apakah lingkungan kerja sudah adil? Pertanyaan-pertanyaan itu terus relevan hingga sekarang. *

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca