Politik . 02/05/2026, 14:58 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas) menjadi momentum penting dalam memperkuat konsolidasi gerakan buruh di Indonesia. Kehadiran Presiden Prabowo Subianto di tengah ratusan ribu pekerja dinilai sebagai simbol kuat keberpihakan pemerintah terhadap kaum buruh.
Perayaan tahun ini berlangsung dalam suasana yang berbeda. Buruh tidak lagi sekadar turun ke jalan untuk menyampaikan tuntutan, tetapi juga mendapat ruang berdialog langsung dengan pemerintah. Presiden hadir, mendengar, bahkan merespons berbagai aspirasi yang disampaikan.
Ketua Fraksi Partai Gerindra DKI Jakarta, Setyoko, menilai kepemimpinan Prabowo telah membuka ruang baru bagi persatuan buruh dalam satu panggung bersama pemerintah.
“Prabowo the real presidennya kaum buruh,” ujarnya, Sabtu, 2 Mei 2026.
Menurutnya, momentum May Day kali ini menunjukkan seluruh elemen buruh dapat bersatu dalam suasana yang lebih kondusif. Ia bahkan menyebut Indonesia sebagai salah satu negara yang merayakan Hari Buruh bersama pemerintah.
“Bersatunya kaum buruh di pemerintahan Prabowo, seluruh organisasi buruh hadir bersama merayakan May Day. Prabowo 1 dr 3 presiden yang merayakan hari buruh internasional Pertama Venezuela, kedua Bolivia, ketiga Indonesia yang mau merayakan hari buruh dengan buruh,” katanya.
Setyoko menegaskan, kehadiran Presiden bukan hanya simbolis, tetapi mencerminkan komitmen nyata terhadap kesejahteraan pekerja. Ia menyoroti sejumlah kebijakan yang dinilai berpihak kepada buruh, mulai dari pengesahan regulasi perlindungan pekerja hingga perhatian terhadap sektor informal.
“Pengesahan UU PRT, bonus hari raya untuk ojol, perlindungan awak kapal perikanan yang dituangkan dalam Perpres Nomor 25 tahun 2026 tentang ratifikasi konvensi International Labour Organization nomor 188, untuk memastikan perlindungan dan kesejahteraan bagi awak kapal perikanan dan lainnya, bukti pemerintah bekerja mensejahterakan buruh agar Indonesia maju,” tegasnya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa para pekerja masih menunggu implementasi sejumlah kebijakan, terutama terkait pembatasan potongan tarif oleh aplikator transportasi online.
“Yang ditunggu realisasi Perpres Nomor 27 Tahun 2026 potongan di bawah 10 persen dari aplikator untuk rekan-rekan ojol,” katanya.
Di akhir pernyataannya, Setyoko mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan sebagai fondasi pembangunan nasional.
“Buruh bersatu, nelayan bersatu, petani bersatu, rakyat bersatu Indonesia maju pasti segera terwujud,” tutupnya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media