fin.co.id- Musim pendaftaran sekolah kedinasan 2026 semakin dekat. Banyak calon peserta mulai berburu strategi agar bisa lolos seleksi yang dikenal super ketat.
Salah satu trik yang sering luput diperhatikan adalah memilih sekolah dengan tingkat persaingan lebih rendah—bukan karena kualitasnya kalah, tetapi karena belum banyak diketahui.
Berdasarkan data Badan Kepegawaian Negara (BKN), pada 2025 jumlah pendaftar sekolah kedinasan mencapai 151.049 orang, sementara kuota yang tersedia hanya 3.252 kursi.
Artinya, satu kursi diperebutkan oleh sekitar 46 orang. Meski begitu, tidak semua sekolah memiliki tingkat persaingan yang sama.
Sekolah Kedinasan dengan Peminat Lebih Sedikit
Ada dua institusi yang justru mencatat jumlah pendaftar relatif rendah:
-
Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN)
Sekolah ini berada di bawah Badan Siber dan Sandi Negara dan hanya diminati sekitar 2.632 pendaftar. Dibandingkan sekolah lain, angka ini tergolong rendah. Bagi yang tertarik di bidang keamanan siber dan kriptografi, peluang lolos bisa lebih besar.
-
Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN)
Dengan 7.563 pendaftar, STIN masih tergolong “lebih longgar” dibanding sekolah favorit lainnya. Lulusan STIN akan berkarier di bidang intelijen negara yang strategis.
Sekolah Kedinasan Favorit dengan Persaingan Ketat
Sebagai perbandingan, beberapa sekolah ini justru diserbu pelamar:
-
PKN STAN dengan 45.518 pendaftar
-
Politeknik Statistika STIS
-
Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dengan lebih dari 31 ribu pendaftar
Selisihnya sangat mencolok. Bahkan, PKN STAN memiliki peminat hingga belasan kali lipat dibanding Poltek SSN.
Strategi Jitu Memilih Sekolah Kedinasan
Agar peluang lolos makin besar, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan:
-
Sesuaikan dengan minat dan kemampuan agar tidak kesulitan saat pendidikan
-
Cek prospek karier, terutama di bidang yang sedang berkembang seperti keamanan siber
-
Perhatikan sistem pendidikan, termasuk kewajiban asrama
-
Pantau kuota terbaru, karena bisa berubah setiap tahun