Pendidikan . 02/05/2026, 21:28 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
fin.co.id - Di tengah pesatnya transformasi digital, kebutuhan akan sumber daya manusia berkualitas semakin mendesak. Pendekatan STEAM kini menjadi fondasi penting dalam mencetak talenta masa depan yang inovatif dan siap menghadapi tantangan industri berbasis teknologi.
Berdasarkan laporan Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) 2024, kebutuhan talenta digital nasional diperkirakan mencapai 12 juta orang hingga 2030.
Namun, Indonesia masih kekurangan sekitar 2,7 juta talenta digital. Selain itu, kesenjangan kemampuan digital antarwilayah juga masih menjadi tantangan serius, terutama di daerah yang mayoritas masih berada di level keterampilan dasar.
Momentum Hari Pendidikan Nasional dimanfaatkan oleh Amartha melalui platform amartha.org untuk kembali membuka program Beasiswa Amartha 2026. Tahun ini, total kuota ditingkatkan menjadi 335 penerima, terdiri dari 85 mahasiswa dan 250 pelajar SMA/SMK.
Chairman amartha.org, Aria Widyanto, menyebut bahwa tantangan terbesar talenta muda di daerah bukan pada kemampuan, melainkan keterbatasan akses dan kesiapan. Oleh karena itu, program ini hadir untuk menjembatani potensi tersebut agar bisa berkembang maksimal.
“Tantangan utamanya bukan potensi, tapi akses dan eksposur. Kami ingin talenta muda dari berbagai daerah punya kesempatan yang sama,” ujarnya.
Beasiswa Amartha 2026 hadir dalam tiga skema utama, yaitu Beasiswa STEAM, Beasiswa Frontier, dan Beasiswa Cendekia. Untuk mahasiswa, program ini menyasar mereka yang sudah menempuh minimal semester empat dengan IPK minimal 3,0 dari sejumlah perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.
Sementara itu, Beasiswa Cendekia diperuntukkan bagi pelajar kelas XI SMA/SMK yang memiliki semangat belajar tinggi namun terkendala akses pendidikan. Program ini tidak hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga pembinaan karakter dan pendampingan.
Dari sisi manfaat, mahasiswa penerima Beasiswa STEAM dan Frontier bisa mendapatkan bantuan hingga Rp22 juta per tahun, termasuk biaya hidup, pendanaan proyek sosial, serta akses pelatihan dan magang. Adapun pelajar SMA/SMK akan menerima bantuan Rp3 juta per tahun, ditambah Rp5 juta jika berhasil melanjutkan ke perguruan tinggi.
Pendaftaran beasiswa dilakukan secara online melalui situs resmi amartha.org hingga Juni 2026. Program ini diharapkan mampu mencetak generasi muda yang adaptif, kompeten, dan siap berkontribusi dalam pembangunan nasional di era digital. (*)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media