Megapolitan . 03/05/2026, 13:13 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo berencana segera bertemu dengan Menteri Lingkungan Hidup (LH) Mohammad Jumhur Hidayat guna mencari jalan keluar jangka panjang atas persoalan sampah di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.
Pertemuan tersebut ditujukan untuk menyelaraskan langkah antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam menangani kondisi darurat yang kini terjadi di kawasan tersebut.
"Kami akan mempersiapkan dan segera saya akan duduk bersama dengan Menteri LH yang baru, Bapak Jumhur, untuk merumuskan bersama apa yang menjadi arahan pemerintah pusat," ujar Pramono di Mercure Jakarta Grogol, Jakarta Barat, dikutip Minggu, 3 Mei 2026.
Ia optimistis sinergi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan pemerintah pusat dapat mempercepat penanganan krisis sampah yang semakin kompleks.
"Saya meyakini pasti akan bisa segera tertangani," ujarnya.
Diketahui, kondisi TPST Bantargebang saat ini telah melebihi kapasitas. Bahkan, longsoran sampah di Zona 4 pada 8 Maret 2026 menyebabkan korban jiwa. Sebanyak tujuh orang dilaporkan meninggal dunia dan beberapa lainnya mengalami luka-luka dalam peristiwa tersebut.
Sebelumnya, Pramono juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengajukan pembangunan tiga fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) kepada pemerintah pusat, salah satunya berlokasi di Bantargebang.
"Untuk pembangkit listrik tenaga sampah, DKI Jakarta secara resmi mengusulkan tiga PLTSa," kata Pramono di Tanah Abang, Jakarta Pusat pada 12 Maret 2026.
Ia menjelaskan, fasilitas di Bantargebang nantinya ditargetkan mampu mengolah sekitar 3.000 ton sampah per hari menjadi energi listrik, yang terdiri dari 2.000 ton sampah baru dan 1.000 ton sampah lama.
Selain itu, pembangunan PLTSa juga direncanakan di kawasan Tunjungan dengan kapasitas sekitar 2.000 ton sampah baru per hari, serta di ITF Sunter yang diproyeksikan mampu mengolah lebih dari 2.500 ton sampah baru setiap harinya.
"Kalau PLTSa ini jalan, sudah kurang lebih 6.500 sampai 7.000 ton per hari sampah itu akan tertampung," pungkasnya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media