Megapolitan . 04/05/2026, 18:10 WIB
Penulis : Rikhi Ferdian Herisetiana | Editor : Rikhi Ferdian Herisetiana
fin.co.id - Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprakirakan melanda wilayah Provinsi Banten hingga 8 Mei 2026. Aktifnya sejumlah fenomena atmosfer memicu peningkatan pertumbuhan awan hujan secara signifikan di wilayah tersebut.
Kepala BBMKG Wilayah II, Hartanto, menjelaskan bahwa pantauan terkini menunjukkan adanya pengaruh Gelombang Rossby Ekuator dan Madden-Julian Oscillation (MJO) yang aktif di wilayah Banten. Kondisi ini diperparah dengan pembentukan sirkulasi siklonik di sebelah barat Bengkulu.
"Sirkulasi tersebut memicu adanya daerah pertemuan dan perlambatan angin di wilayah Jawa bagian barat. Didukung labilitas kuat pada skala lokal, kondisi ini mempercepat pertumbuhan awan konvektif di Banten," ujar Hartanto, Senin (4/5/2026).
Berdasarkan analisis tersebut, BMKG membagi prospek cuaca dalam dua periode. Pada 3 hingga 5 Mei 2026, hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat yang disertai kilat dan angin kencang berpotensi terjadi di Pandeglang bagian selatan, Lebak bagian tengah dan selatan, Tangerang bagian selatan, serta Kota Tangerang Selatan.
Sementara itu, wilayah Kota Tangerang, Kabupaten Serang, Kota Serang, dan wilayah Tangerang lainnya diprakirakan mengalami hujan intensitas sedang hingga lebat pada periode yang sama. Untuk periode 6 hingga 8 Mei 2026, potensi hujan sedang hingga lebat diprediksi masih akan mengguyur Pandeglang utara, Lebak, dan Tangerang selatan.
Selain curah hujan tinggi, BMKG juga menyoroti potensi gelombang laut kategori sedang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter. Wilayah yang terdampak meliputi Selat Sunda bagian barat Pandeglang serta perairan selatan Pandeglang dan Lebak.
Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, dan pohon tumbang. Langkah antisipatif seperti pembersihan saluran air dan penghindaran area rawan banjir sangat disarankan guna menjaga keselamatan aktivitas harian.
"Kami meminta masyarakat hanya memercayai informasi resmi dari BMKG melalui aplikasi InfoBMKG atau kanal sosial media resmi untuk menghindari informasi yang tidak jelas sumbernya," tutup Hartanto.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media