Nasional . 04/05/2026, 14:46 WIB

Gunung Semeru Erupsi Lagi, Awan Panas Meluncur 2 Kilometer ke Besuk Kobokan

Penulis : Wanda Afifah  |  Editor : Wanda Afifah

fin.co.id - Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya yang bikin waswas. Gunung tertinggi di Pulau Jawa ini erupsi pada Senin pagi dengan lontaran abu tebal dan awan panas guguran yang meluncur hingga 2 kilometer. Situasi ini langsung jadi perhatian karena aktivitasnya terjadi berulang dalam waktu singkat.

"Telah terjadi erupsi Gunung Semeru, Jawa Timur pada pukul 07.44 WIB dengan tinggi kolom letusan abu vulkanik teramati sekitar 1.200 meter di atas puncak atau 4.876 mdpl," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian.

Kolom abu terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal. Arah sebarannya condong ke barat daya. Kondisi ini menunjukkan tekanan dari dalam gunung masih cukup kuat dan aktif.

Tak hanya itu, aktivitas erupsi juga terekam jelas di alat seismograf. Amplitudo maksimum mencapai 12 mm dengan durasi sekitar 3 menit 10 detik. Artinya, getaran yang terjadi cukup signifikan dan tidak bisa dianggap sepele.

Yang bikin situasi makin serius, erupsi kali ini disertai awan panas guguran (APG). Material panas tersebut meluncur sejauh 2 kilometer ke arah tenggara, tepatnya menuju Besuk Kobokan.

Awan panas seperti ini dikenal sangat berbahaya karena membawa material vulkanik bersuhu tinggi dengan kecepatan tinggi. Dalam banyak kasus, fenomena ini menjadi ancaman utama bagi wilayah di sekitar lereng gunung.

Data dari petugas menunjukkan bahwa aktivitas Gunung Semeru tidak berhenti di satu titik saja. Sejak pukul 05.38 WIB hingga 10.00 WIB, gunung ini sudah mengalami tujuh kali erupsi.

Tinggi letusan bervariasi, mulai dari 500 meter hingga 1.200 meter di atas puncak. Frekuensi erupsi yang cukup sering dalam waktu singkat ini menjadi sinyal bahwa aktivitas vulkanik masih fluktuatif.

Kondisi ini membuat pihak berwenang terus memantau perkembangan secara intensif untuk mengantisipasi potensi bahaya yang lebih besar.

Saat ini, Gunung Semeru masih berada pada Status Level III atau Siaga. Status ini menandakan adanya peningkatan aktivitas vulkanik yang berpotensi membahayakan jika masyarakat tidak waspada.

Pihak pengamatan memberikan sejumlah rekomendasi penting yang wajib dipatuhi warga, terutama yang tinggal di sekitar kawasan rawan bencana.

Masyarakat dilarang keras melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak. Area ini menjadi jalur utama luncuran awan panas dan material vulkanik.

Selain itu, warga juga tidak boleh beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Hal ini karena aliran lahar dan perluasan awan panas bisa mencapai hingga 17 kilometer dari puncak.

Tak kalah penting, radius 5 kilometer dari kawah juga masuk zona merah. Area ini rawan terhadap lontaran batu pijar yang bisa membahayakan keselamatan.

Selain ancaman erupsi langsung, potensi bahaya lain juga mengintai. Masyarakat diminta waspada terhadap aliran lahar, guguran lava, serta awan panas di sepanjang sungai dan lembah yang berhulu di puncak Semeru.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com