Megapolitan . 04/05/2026, 13:46 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo optimistis Jakarta berpotensi menjadi rujukan nasional dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan. Pernyataan itu disampaikan usai Pramono mengikuti upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Balai Kota Jakarta, Senin, 4 Mei 2026.
“Jakarta saya yakin bisa menjadi role model pendidikan di Indonesia,” kata Pramono.
Pramono menegaskan, sektor pendidikan tetap menjadi fokus utama pemerintah daerah. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah menambah jumlah sekolah swasta gratis menjadi 103 sekolah pada tahun ini.
Selain itu, berbagai program pendukung pendidikan juga terus dilanjutkan, seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), serta kebijakan pemutihan ijazah. Upaya peningkatan infrastruktur sekolah juga tetap menjadi perhatian.
“Kami berkomitmen mulai menggratiskan sekolah swasta, 103 sekolah swasta yang ada di Jakarta. KJP, KJMU, pemutihan ijazah, perbaikan infrastruktur sekolah, tetap menjadi prioritas utama Jakarta,” paparnya.
Pramono juga membuka peluang untuk menambah jumlah sekolah swasta gratis apabila kondisi anggaran memungkinkan, dengan dukungan dari DPRD DKI Jakarta.
“Mudah-mudahan ke depan kalau kemudian ruang fiskal DPRD DKI Jakarta dapat menambah, pasti akan kami tambah (sekolah swasta gratis),” ujarnya.
Tak hanya itu, pemerintah juga mempertimbangkan perluasan program ke sekolah berbasis keagamaan, seperti madrasah yang berada di bawah naungan Kementerian Agama Republik Indonesia.
Di sisi lain, Pemprov DKI Jakarta tengah mengkaji peluang pemberian akses pendidikan gratis ke luar negeri melalui program LPDP khusus Jakarta.
Ia berharap berbagai kebijakan tersebut dapat mendorong peningkatan kualitas pendidikan sekaligus menekan ketimpangan ekonomi di ibu kota. Saat ini, angka gini ratio di Jakarta tercatat menurun dari 0,441 menjadi 0,423.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media