Nasional . 05/05/2026, 17:18 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
Langkah rebranding ini juga muncul di tengah upaya KAI dalam memulihkan kepercayaan publik terhadap keselamatan perjalanan kereta api. Terlebih belum lama ini, terjadi insiden KA Argo Bromo Anggrek menabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur. Dalam tragedi itu, sebanyak 16 penumpang wanita tewas. Sementara 88 orang mengalami luka-luka.
Dengan identitas KA Anggrek yang baru, KAI berkomitmen untuk menghadirkan wajah baru yang lebih profesional dan fokus pada detail pelayanan demi meminimalisir segala risiko di lapangan.
Penyederhanaan nama ini diharapkan menjadi titik tolak transformasi layanan digital dan operasional yang lebih modern.
Namun tetap menghormati nilai-nilai sejarah panjang perkeretaapian di tanah air. Bagi masyarakat, KA Anggrek tetaplah "Si Raja Jalur Utara" yang kini tampil lebih dewasa dan bersahaja.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media