Hukum dan Kriminal . 05/05/2026, 19:05 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
Pihak TNI sempat melayangkan permohonan untuk membesuk korban guna memberikan dukungan.
Namun, keluarga secara tegas menolak permintaan tersebut. Hal ini dilakukan demi menjaga stabilitas mental AKS yang masih sangat reaktif dan takut bertemu dengan orang baru. Apalagi yang berkaitan dengan institusi pelaku.
"Kemarin mereka mau datang. Tetapi kami keluarga korban takut karena korban masih depresi berat," tegas VN.
Saat ini, fokus utama keluarga adalah memastikan keamanan korban sembari mendesak aparat untuk segera menangkap Sertu Majid Bone agar keadilan dapat ditegakkan.
Komandan Kodim (Dandim) 1417/Kendari Letkol Arm Danny AP Girsang menyampaikan permohonan maaf.
"Kami memohon maaf atas kejadian yang dilakukan oleh oknum in. Komitmen kami tidak ada toleransi dan dilakukan sesuai aturan yang berlaku," tegas Danny.
Dia menegaskan kasus dugaan pencabulan yang dilakukan Sertu MB turut ditangani Denpom XIV/3 Kendari. Sertu MB kini berstatus tidak hadir tanpa izin (THI) dan sedang dalam pencarian intensif.
"Sampai saat ini kami terus melakukan pencarian. Termasuk mengeluarkan surat pencarian orang dan langkah-langkah hukum lainnya," katanya.
Dia memastikan proses hukum akan berjalan transparan. Dia menegaskan hasil pemeriksaan akan menjadi dasar penjatuhan sanksi tegas terhadap oknum prajurit.
"Kami tidak akan menutupi, semua akan jelas sesuai dengan proses hukum yang berjalan dan keputusan dari tim pemeriksa Denpom," tegas Danny.
Di sisi lain, Kodim 1417/Kendari juga telah berkomunikasi secara intensif dengan keluarga korban. Langkah ini sebagai bentuk tanggung jawab moral sekaligus memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media