Internasional . 05/05/2026, 07:09 WIB

Wabah Hantavirus Terjadi di Kapal Pesiar, Tiga Penumpang Meninggal Dunia

Penulis : Afdal Namakule  |  Editor : Afdal Namakule

fin.co.id - Kabar duka datang dari sebuah kapal pesiar yang berlayar di Samudra Atlantik. Tiga penumpang dilaporkan meninggal dunia setelah diduga terjadi wabah hantavirus di atas kapal tersebut.

Informasi ini disampaikan oleh World Health Organization (WHO), yang menyebut kasus tersebut terjadi di kapal pesiar kutub MV Hondius. Kapal itu diketahui tengah berlayar dari wilayah Argentina menuju Tanjung Verde.

WHO mengungkapkan bahwa setidaknya satu kasus hantavirus telah terkonfirmasi. Satu pasien lainnya dilaporkan dalam kondisi serius dan tengah menjalani perawatan intensif di sebuah rumah sakit di Afrika Selatan. Dari tiga korban meninggal, dua di antaranya merupakan pasangan asal Belanda.

Meski demikian, WHO menegaskan bahwa situasi ini tidak menimbulkan risiko penularan luas. Organisasi tersebut juga menyatakan tidak diperlukan pembatasan perjalanan terkait kasus ini.

“Infeksi Hantavirus umumnya terkait paparan lingkungan, seperti kontak dengan urine atau feses hewan pengerat yang terinfeksi. Meski dalam beberapa kasus bisa parah, virus ini tidak mudah menular antarmanusia," ujar Kepala kantor WHO Eropa, Hans Kluge, Senin, melalui platform X.

Ia menambahkan, “Risiko bagi masyarakat luas tetap rendah. Tidak ada alasan untuk panik atau melakukan pembatasan perjalanan.”

Mengenal Hantavirus

Hantavirus, atau dikenal juga sebagai Orthohantavirus, merupakan kelompok virus yang umumnya ditemukan pada hewan pengerat, namun dapat menular ke manusia. Virus ini memiliki banyak jenis, dan sebagian di antaranya diketahui dapat menyebabkan penyakit serius.

Profesor Adam Taylor dari Universitas Lancaster menjelaskan bahwa terdapat sedikitnya 38 spesies hantavirus yang telah diidentifikasi secara global, dan 24 di antaranya dapat menginfeksi manusia. Hewan seperti tikus dan mencit menjadi reservoir alami virus ini.

Sementara itu, peneliti dari Universitas Queensland, Yomani Sarathkumara, menyebut infeksi hantavirus pada manusia tergolong sangat jarang. Ia menambahkan bahwa di wilayah tropis, penyakit ini kerap salah didiagnosis sebagai infeksi lain seperti leptospirosis.

Cara Penularan dan Gejala

Hantavirus umumnya menular ke manusia melalui paparan kotoran, urine, atau air liur hewan pengerat yang terinfeksi. Penularan dapat terjadi melalui udara (inhalasi), kontak langsung, hingga gigitan atau cakaran hewan yang terkontaminasi.

Kelompok masyarakat yang bekerja di sektor pertanian disebut memiliki risiko lebih tinggi karena potensi kontak dengan hewan pengerat lebih besar.

Ahli virologi dari Universitas Monash Malaysia, Vinod Balasubramaniam, menjelaskan bahwa virus ini pada dasarnya merupakan penyakit berbasis lingkungan dan tidak mudah menyebar dari manusia ke manusia seperti flu atau COVID-19.

Secara umum, hantavirus terbagi menjadi dua jenis utama, yakni hantavirus dunia lama dan dunia baru. Jenis dunia lama banyak ditemukan di Eropa dan Asia, dan biasanya menyebabkan gangguan pada ginjal. Gejalanya meliputi demam, sakit kepala, nyeri punggung, hingga potensi kerusakan ginjal.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com