Viral . 06/05/2026, 18:10 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
Fin.co.id – Dunia teknologi finansial global mendadak menyoroti nama Ilham Rafli, seorang pengguna asal Indonesia di balik akun @ilhamrfliansyh.
Ilham diduga kuat menjadi aktor utama dalam insiden Agentic Exploit yang menimpa Grok, asisten kecerdasan buatan milik Elon Musk di platform X.
Dengan teknik yang sangat tidak biasa, Ilham berhasil memindahkan aset kripto senilai US$150.000 atau sekitar Rp2,6 miliar ke dompet pribadinya di jaringan Base pada Selasa (5/5/2026).
Insiden ini menggegerkan komunitas karena bukan merupakan peretasan teknis pada sistem blockchain, melainkan sebuah manipulasi psikologis terhadap logika AI.
Ilham memanfaatkan celah bagaimana AI memproses instruksi sensitif, yang kemudian dieksekusi secara sah oleh protokol tanpa adanya verifikasi niat manusia.
Berdasarkan investigasi mendalam oleh para pegiat kripto di X, Ilham Rafli tidak menggunakan perangkat peretasan canggih.
Ia justru menggunakan kecerdikan dalam menyusun perintah teks agar lolos dari filter keamanan Grok:
Ilham mengirimkan perintah transfer dalam format titik dan garis (Morse). Saat Grok diminta menerjemahkannya, hasil terjemahan tersebut secara otomatis terbaca oleh sistem Bankrbot sebagai perintah penarikan dana resmi.
Pelaku menyisipkan fragmen kode print(tco[0]+tco[1]+tco[2]). Teknik ini memaksa AI menggabungkan string teks tersembunyi yang membentuk instruksi final pengiriman 3 miliar token DebtReliefBot (DRB) ke alamat ilhamrafli.base.eth.
Grok, yang terintegrasi dengan bot trading untuk mengelola fee transaksi, mengeksekusi perintah tersebut seolah-olah instruksi itu datang dari pengelola sistem yang sah.
Grok, yang terhubung dengan Bankrbot (bot trading otomatis di platform X), mengikuti permintaan itu tanpa menyadari tengah menguras saldonya sendiri yang terkumpul dari akumulasi fee trading.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media