Hukum dan Kriminal . 06/05/2026, 13:48 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Perkembangan kasus dugaan pemukulan yang menyeret sosok Bro Ron, yang disebut sebagai Wakil Ketua Umum PSI, terus berlanjut. Pihak yang sebelumnya diduga sebagai pelaku kini justru mengajukan laporan balik ke kepolisian atas tuduhan penganiayaan.
Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Saputra, membenarkan adanya laporan tersebut. "Benar, terduga pelaku pemukulan melaporkan balik," katanya kepada wartawan, Rabu, 6 Mei 2026.
Ia menjelaskan bahwa laporan tersebut sudah diterima di Polsek Menteng dan berkaitan dengan dugaan tindak kekerasan. "Pelaporan balik di Polsek Menteng adalah penganiayaan," jelasnya.
Pelapor bernama M Rizal Berhet menyebut dirinya mengambil langkah hukum karena merasa menjadi korban kekerasan fisik maupun verbal dalam kejadian itu. "Laporan terkait dengan pemukulan dan pengeroyokan disertai dengan makian yang tidak pantas," ujarnya.
Selain itu, ia juga mengaku mendapatkan ucapan bernada rasis saat insiden terjadi, meski hal tersebut masih akan didalami oleh pihak kepolisian. Rizal menambahkan bahwa dirinya merupakan pihak yang lebih dulu mengalami kekerasan. Ia mengklaim dipukul di bagian perut hingga mengenai ulu hati. "Betul, dia menonjok perut saya mengenai ulu hati," ungkapnya.
Dengan adanya laporan dari kedua pihak, polisi kini tengah melakukan penyelidikan lebih mendalam untuk mengungkap kronologi kejadian secara menyeluruh. Sejumlah saksi dan pihak terkait dijadwalkan akan dimintai keterangan guna memastikan fakta yang sebenarnya.
Sebelumnya, dugaan pengeroyokan yang terjadi di depan kantor firma hukum Michael Putra and Partners (MPP), Menteng, Jakarta Pusat, tengah ditangani Polsek Metro Menteng. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, menyampaikan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Senin, 4 Mei 2026, sekitar pukul 18.22 WIB.
"Perkara saat ini sedang ditangani oleh Polsek Metro Menteng," katanya, Selasa 5 Mei 2026.
Berdasarkan keterangan awal, korban berinisial RAS datang bersama sejumlah karyawan PT Sinergi Karya Sejahtera (SKS) untuk melakukan audiensi terkait persoalan gaji. Namun situasi memanas dan berujung pada percekcokan hingga terjadi aksi pengeroyokan. "Korban mengalami luka robek pada bagian mata kanan dan memar di bagian belakang kepala," terangnya.
Polisi yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi dan mengamankan beberapa pihak yang diduga terlibat untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Polsek Metro Menteng. Hingga kini, penyidik telah memeriksa korban dan sejumlah saksi serta mengumpulkan barang bukti. "Barang bukti yang diamankan antara lain rekaman video, hasil visum luka korban, serta pakaian yang dikenakan korban saat kejadian," ucapnya.
Sebelumnya, dua orang telah diamankan terkait kasus yang sempat viral di media sosial tersebut. Kapolsek Metro Menteng, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, membenarkan penangkapan itu. "Benar ada kejadian seperti di video. Korban sudah membuat laporan polisi dan telah kami antar untuk dilakukan visum serta dimintai keterangan, termasuk saksi-saksi," katanya kepada awak media, Selasa 5 Mei 2026.
Ia menambahkan bahwa kedua terduga pelaku saat ini masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut. "Terduga pelaku sebanyak dua orang sudah kami amankan di Polsek untuk diproses lanjut," ungkapnya.
Pihak kepolisian menegaskan akan mengusut tuntas kasus ini dan mendalami peran masing-masing pihak dalam insiden yang menjadi sorotan publik tersebut.
Sementara itu, Ronald Sinaga menjelaskan bahwa kejadian bermula pada Senin, 4 Mei 2026, sekitar pukul 16.00 WIB saat dirinya mendampingi karyawan PT SKS dalam audiensi di kantor firma hukum Michael Putra & Partners (MPP). Ia hadir untuk membantu proses mediasi karena memiliki hubungan profesional sebelumnya dengan pimpinan firma tersebut. "Kebetulan pimpinan kantor hukum MPP ini adalah mantan partner saya, jadi saya diminta bantu mediasi," jelasnya.
Menurutnya, mediasi berkaitan dengan persoalan gaji karyawan dan dana operasional perusahaan. Namun, sekitar pukul 18.00 WIB, situasi berubah tegang setelah tiga orang tak dikenal datang dan mengaku sebagai petugas keamanan gedung serta meminta semua pihak keluar dari lokasi.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media