Hukum dan Kriminal . 06/05/2026, 09:08 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Kasus dugaan pemukulan terhadap Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ronald A Sinaga alias Bro Ron memasuki babak baru. Terduga pelaku berinisial R melaporkan balik Bro Ron ke Polsek Metro Menteng atas dugaan penganiayaan.
R menyebut dirinya sudah mengambil langkah hukum dan menjalani visum untuk memperkuat laporannya.
"Saya sudah laporkan dia juga, saya sudah laporkan Bro Ron ini atas pemukulan, atas penganiayaan," kata R kepada wartawan dilansir 6 Mei 2026.
"Dan saya sudah melakukan visum, makanya hari ini saya dimintai keterangan terkait pemukulan saudara Bro Ron ini," ujarnya.
Menurut R, dirinya justru menjadi korban pertama dalam insiden tersebut. Ia mengaku dipukul lebih dulu oleh Bro Ron bahkan dimaki-maki dengan perkataan rasis, sebelum akhirnya terjadi aksi balasan.
Ia menceritakan kejadian bermula saat dirinya datang ke lokasi karena diajak teman terkait adanya keributan. Saat situasi tengah dimediasi oleh pihak kepolisian, Bro Ron disebut tiba-tiba datang dan menunjuk dirinya.
"Ini kan masalah sudah diselesaikan sama Polsek Menteng, mediasi lah. Tiba-tiba ini Bro Ron ini datang, dia menanyakan kepada ada yang pihak yang ribut dengan pihak gedung sana. Lalu Bro Ron balik langsung menunjuk saya," jelas R.
R menjelaskan, Bro Ron datang bukan saja memukulnya tapi juga melontarkan kata-kata rasis dengan menyebutnya monyet.
"Kamu budak siapa, kamu Ambon monyet,' kata R menirukan ucapan bro Ron.
R juga mengaku menerima perlakuan fisik secara langsung.
"Langsung dia nonjok saya begini, dari sini (memperagakan menonjok perut). Nonjok duluan. Saya bilang 'Silakan abang ngomong-ngomong aja, abang tidak usah main tangan, saya salah apa?' gitu. Langsung dia tarik di sini lagi (memegang kepala belakang)," bebernya.
Tak berhenti di situ, Bro Ron kembali mengulang kata-kata rasisnya. "Kamu budak, kamu monyet".
Merasa diperlakukan demikian, R mengaku sempat mendorong Bro Ron dan mempertanyakan tindakan tersebut.
"Saya dorong dia 'Eh bang, abang kok rasis? Abang kenapa kok pukul-pukul?'" ujarnya.
Ia mengatakan sempat ada upaya melerai, namun emosi yang belum reda membuatnya membalas tindakan tersebut.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media