Nasional . 07/05/2026, 09:11 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Pemerintah mulai menyiapkan penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai alternatif pengganti LPG tabung 3 kilogram untuk rumah tangga. Langkah tersebut dilakukan guna menekan ketergantungan terhadap impor energi.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan penerapan CNG untuk rumah tangga ditargetkan mulai berjalan tahun ini.
“Tahun ini,” ujar Laode Sulaeman saat ditemui di sela acara “CNG & LNG untuk Rakyat” di Jakarta, Selasa lalu.
Menurut Laode, pemerintah saat ini tengah mempersiapkan tabung khusus CNG berukuran kecil. Hal itu dilakukan karena karakteristik CNG berbeda dengan LPG, terutama dari sisi tekanan gas.
Ia menjelaskan tekanan CNG mencapai sekitar 250 bar, jauh lebih tinggi dibandingkan LPG yang berada pada kisaran 5 hingga 10 bar. Karena itu, desain tabung harus disesuaikan demi menjaga aspek keamanan penggunaan.
“Lemigas (Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi) dalam setiap tahapan-tahapan uji tabung kami lakukan, kemudian uji tekanan, dan lain-lain. Ini memang faktor yang paling penting,” ucap Laode.
Selain pengembangan tabung, pemerintah juga sedang menyusun pola distribusi CNG untuk kebutuhan rumah tangga.
Laode menyebut penerapan awal akan dilakukan secara bertahap di kota-kota besar di Pulau Jawa sebelum nantinya diperluas ke berbagai daerah di Indonesia.
“Bertahap di kota-kota besar dulu di Jawa. Tahun ini,” ujar Laode.
Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan penggunaan CNG sebenarnya bukan hal baru. Teknologi tersebut selama ini sudah digunakan di sektor perhotelan, restoran hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Namun, penggunaan CNG saat ini masih terbatas pada tabung berukuran besar dengan kapasitas di atas 10 sampai 20 kilogram.
Bahlil menjelaskan pemerintah membuka peluang konversi bertahap dari LPG ke CNG apabila hasil uji coba nantinya dinyatakan layak untuk masyarakat.
Ia juga menilai CNG memiliki keuntungan karena bahan bakunya berasal dari sumber gas alam dalam negeri yang melimpah. Pemerintah bahkan disebut telah menemukan cadangan gas baru di Kalimantan Timur yang berpotensi dimanfaatkan untuk kebutuhan domestik.
Di sisi lain, pemerintah masih mengkaji skema subsidi untuk penggunaan CNG rumah tangga. Menurut Bahlil, opsi subsidi tetap terbuka meski mekanisme dan besaran volumenya masih dibahas.
Pemerintah memperkirakan subsidi CNG bisa sekitar 30 persen lebih murah dibandingkan subsidi LPG.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media