Nasional . 08/05/2026, 08:47 WIB

Prabowo Soroti Ancaman Krisis Energi di ASEAN, Dorong Percepatan Energi Bersih

Penulis : Afdal Namakule  |  Editor : Afdal Namakule

fin.co.id - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa ketahanan energi kini menjadi tantangan mendesak yang harus segera ditangani negara-negara ASEAN. Menurutnya, meningkatnya tekanan global dan situasi geopolitik di Timur Tengah membuat isu energi tak lagi bisa dipandang sebagai persoalan jangka panjang.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Khusus Brunei Darussalam–Indonesia–Malaysia–Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) dalam rangkaian KTT ke-48 ASEAN di Cebu, Kamis, 7 Mei 2026.

“Ketahanan energi adalah salah satu isu penting yang kita hadapi saat ini. Dengan meningkatnya tekanan global dan ketidakstabilan di Timur Tengah, ini bukan lagi masalah jangka panjang, melainkan masalah mendesak,” ujar Presiden.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyebut kawasan BIMP-EAGA memiliki sumber daya besar untuk pengembangan energi terbarukan. Potensi tersebut mencakup tenaga air, tenaga surya, tenaga angin, hingga lahan subur yang dinilai belum dimanfaatkan secara maksimal.

Ia pun mengajak negara-negara anggota untuk bergerak lebih cepat dalam memanfaatkan potensi tersebut demi mendukung kebutuhan energi kawasan sekaligus transisi energi ASEAN.

“Pertanyaannya adalah apakah kita siap untuk bertindak berdasarkan potensi tersebut. Bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan subregional kita, tetapi juga untuk berkontribusi pada transisi energi ASEAN,” kata Presiden.

Presiden juga menyoroti sejumlah langkah konkret yang dinilai dapat dipercepat, seperti pengembangan tenaga air di Borneo, proyek energi surya di Palawan, hingga pemanfaatan energi angin di wilayah pesisir.

Indonesia sendiri, kata Presiden Prabowo, tengah mendorong percepatan pembangunan energi surya dalam skala besar sebagai bagian dari agenda transisi energi nasional.

“Transisi energi kita sedang melaju dengan kecepatan penuh. Kita tengah bangun tenaga surya 100 GW. Bersama-sama kita tingkatkan infrastruktur energi kita. BIMP-EAGA memiliki potensi yang besar,” ujar Presiden.

Selain fokus pada energi bersih, Kepala Negara juga menekankan pentingnya penguatan konektivitas antarwilayah di subkawasan ASEAN. Salah satu yang disorot yakni peningkatan kapasitas jaringan listrik Trans Borneo Power Grid agar distribusi energi di kawasan berjalan lebih efisien.

Menurut Presiden, seluruh agenda tersebut membutuhkan dukungan pembiayaan, keahlian teknis, serta kolaborasi yang lebih erat dengan mitra pembangunan regional.

“Semua ini tidak akan terjadi tanpa dukungan yang tepat. Kita perlu mengamankan pendanaan, memobilisasi keahlian teknis; dan memperdalam kemitraan dengan penasihat regional dan Mitra Pembangunan kita,” kata Presiden.

Di akhir pidatonya, Presiden Prabowo mengingatkan bahwa ketahanan pangan juga menjadi isu fundamental yang harus mendapat perhatian serius negara-negara BIMP-EAGA selain ketahanan energi.

“Namun, upaya kita hendaknya jangan berhenti pada ketahanan energi. Ketahanan pangan sama fundamentalnya,” pungkas Presiden.

Dari Cebu, Presiden Prabowo menegaskan bahwa masa depan ASEAN bukan hanya ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh kemampuan kawasan menjaga ketahanan energi, pangan, dan stabilitas masyarakat di tengah dinamika global yang terus berubah. *

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com