Nasional . 09/05/2026, 14:33 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Kepala Seksi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Distankan Pekanbaru, Rita Setyawati, menjelaskan bahwa Manggala sebelumnya bersaing dengan dua kandidat sapi lainnya.
Namun setelah melalui serangkaian pemeriksaan kesehatan dan uji laboratorium, sapi simental tersebut akhirnya dipilih menjadi hewan kurban Presiden.
“Semua pemeriksaan kesehatan sudah dilakukan, termasuk pemeriksaan fisik dan laboratorium,” katanya.
Pemeriksaan tersebut dilakukan bersama tim LPKH Provinsi Riau guna memastikan sapi bebas dari penyakit maupun parasit seperti cacing.
Tradisi Presiden memberikan sapi kurban memang selalu menjadi perhatian masyarakat setiap tahunnya. Pada Idul Adha 2025 lalu, Presiden Prabowo diketahui menyalurkan sebanyak 985 ekor sapi kurban ke berbagai wilayah Indonesia.
Hewan kurban tersebut terdiri dari berbagai jenis sapi unggulan seperti Limousin, Simmental, Brahman, Angus, hingga Sapi Bali.
Penyalurannya dilakukan melalui dua mekanisme, yakni lewat pemerintah daerah serta melalui tokoh masyarakat, pondok pesantren, dan kelompok tertentu yang dinilai layak menerima.
Tradisi ini dinilai menjadi simbol kepedulian sosial sekaligus upaya mempererat kebersamaan masyarakat dalam momentum Idul Adha.
Dengan ukuran tubuh yang besar dan perawatan maksimal, Manggala kini menjadi salah satu sapi kurban paling menarik perhatian menjelang Idul Adha 2026. (*)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media