Pendidikan . 10/05/2026, 18:37 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
“Itu nanti kami usulkan ke kementerian. Karena ini program baru, jadi masih menunggu apakah diperbolehkan mengubah nama sekolah atau tidak,” jelas Purwanto.
Jika disetujui, maka sekolah-sekolah unggulan di Jawa Barat kemungkinan akan memiliki identitas baru sebagai bagian dari program pendidikan unggulan milik Pemprov Jabar.
Dedi Mulyadi menegaskan Sekolah Maung bukan hanya untuk siswa dengan nilai akademik tinggi.
Menurutnya, siswa berbakat di bidang olahraga, seni, hingga industri kreatif juga akan mendapatkan kesempatan yang sama untuk masuk ke sekolah unggulan tersebut.
“Bukan hanya akademik, tetapi juga non-akademik. Akan ada kelas olahraga, kelas seni, dan industri kreatif,” kata Dedi.
Konsep ini disebut berbeda dari sekolah unggulan pada umumnya yang lebih fokus pada prestasi akademik semata.
Pemerintah ingin menciptakan sekolah yang mampu mengembangkan seluruh potensi siswa secara menyeluruh.
Dedi juga memastikan program Sekolah Maung tidak dilakukan dengan membangun sekolah baru.
Pemprov Jabar akan memaksimalkan sekolah-sekolah favorit yang selama ini sudah memiliki kualitas baik untuk kemudian ditingkatkan fasilitas dan sistem pembelajarannya.
“Misalnya di Bandung ada SMAN 3, di Subang ada SMAN 1. Sekolah favorit itu yang akan diisi anak-anak berprestasi,” ujar Dedi.
Pemerintah daerah berencana menambah berbagai fasilitas penunjang mulai dari ruang kelas modern, teknologi pembelajaran digital, hingga peningkatan kualitas guru.
Dengan begitu, sekolah-sekolah tersebut diharapkan mampu bersaing secara nasional bahkan internasional.
Salah satu hal yang paling menarik perhatian publik adalah rencana Pemprov Jabar untuk menggratiskan Sekolah Maung.
Artinya, siswa berprestasi dari berbagai latar belakang ekonomi tetap memiliki kesempatan memperoleh pendidikan berkualitas tanpa terkendala biaya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media