Pendidikan . 10/05/2026, 16:36 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Dengan teknologi itu, pemerintah pusat disebut bisa memonitor aktivitas pembelajaran di sekolah-sekolah seluruh Indonesia secara langsung dari Jakarta.
“Kalau ada guru yang tidak masuk, kita bisa lihat mana guru yang tidak hadir hari itu,” ujar Prabowo.
Pernyataan tersebut langsung menjadi perhatian publik karena menunjukkan arah baru sistem pendidikan nasional yang semakin terdigitalisasi dan terintegrasi.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025 pemerintah telah menyalurkan sebanyak 288.865 interactive flat panel (IFP) atau papan interaktif digital ke berbagai satuan pendidikan di Indonesia.
Program tersebut bertujuan memperluas akses pendidikan modern sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah-sekolah.
Selain smart board, pemerintah juga membagikan laptop dan perangkat penyimpanan data eksternal ke ratusan ribu sekolah.
Tak hanya itu, pemerintah turut menghadirkan akses internet ke 8.152 sekolah serta layanan listrik untuk 2.389 satuan pendidikan yang sebelumnya belum memiliki infrastruktur dasar memadai.
Program digitalisasi sekolah kini menjadi salah satu prioritas utama pemerintahan Prabowo. Pemerintah ingin mengurangi kesenjangan kualitas pendidikan antara daerah perkotaan dan wilayah terpencil.
Dengan hadirnya smart board dan perangkat digital lainnya, proses pembelajaran diharapkan menjadi lebih interaktif, modern, dan mudah diakses oleh siswa maupun guru.
Transformasi ini juga diyakini mampu mempercepat pemerataan pendidikan nasional di tengah perkembangan teknologi global yang semakin pesat. (*)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media