Megapolitan . 11/05/2026, 14:18 WIB

Pemkot Jaktim Perkuat Edukasi Pemilahan Sampah di Pasar Kramat Jati

Penulis : Mihardi  |  Editor : Mihardi

fin.co.id - Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin mendorong Perumda Pasar Jaya untuk terus konsisten menjalankan program pemilahan sampah organik di Pasar Kramat Jati melalui edukasi dan pendampingan kepada pengelola pasar. Hal itu disampaikan saat Munjirin meninjau pengolahan sampah organik di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin, 11 Mei 2026.

"Kalau ini lebih fokus ke pengelolaan PD Pasar Jaya-nya. Jadi, kami nanti ikut mendorong PD Pasar Jaya agar konsen dan konsisten melaksanakan pilah sampah ini," kata Munjirin.

Menurut Munjirin, Pemerintah Kota Jakarta Timur akan memberikan asistensi kepada Pasar Jaya agar sistem pemilahan sampah dapat diterapkan secara optimal di seluruh pasar yang berada dalam pengelolaannya.

Ia menilai keterlibatan pedagang menjadi faktor penting dalam keberhasilan program tersebut. Karena itu, edukasi mengenai pemisahan sampah organik dan anorganik terus dilakukan secara bertahap kepada pedagang maupun pengelola pasar.

Meski demikian, Munjirin menyebut fokus utama Pemkot Jakarta Timur tetap diarahkan ke lingkungan permukiman warga, mulai dari kawasan RT/RW hingga kampung-kampung. Langkah tersebut dilakukan agar budaya memilah sampah dapat diterapkan lebih luas di tengah masyarakat.

"Kalau Pemkot lebih fokus ke perumahan-perumahan, kampung-kampung, RT/RW. Kalau pasar, ada pengelolanya dari PD Pasar Jaya," ujar Munjirin.

Ia menilai pasar menjadi salah satu sektor yang perlu mendapat perhatian khusus karena volume sampah yang dihasilkan cukup besar setiap hari.

Munjirin juga mengungkapkan Direktur Utama Pasar Jaya telah menyatakan kesiapan untuk menerapkan sistem pemilahan sampah di seluruh pasar yang dikelola perusahaan daerah tersebut.

"Tadi, Pak Dirut sendiri sudah menyanggupi untuk pasar-pasar, semuanya akan melaksanakan proses pilah sampah," ucap Munjirin.

Program pengolahan sampah organik di Pasar Kramat Jati merupakan bagian dari kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mengurangi beban sampah yang dikirim ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Bantargebang.

Sampah organik yang terkumpul nantinya akan diolah menjadi produk bermanfaat, termasuk pupuk untuk kebutuhan pertamanan dan penghijauan kota.

Melalui program tersebut, Munjirin berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah dapat semakin meningkat sehingga lingkungan yang bersih dan sehat bisa terwujud di Jakarta Timur.

Sebelumnya, Pramono Anung menyampaikan program itu merupakan tindak lanjut dari gerakan pemilahan sampah yang telah dicanangkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026.

"Sebagai tindak lanjut dari program pemilahan sampah yang sudah kita canangkan, maka Pemerintah DKI Jakarta melalui Pasar Jaya akan bekerja sama dengan masyarakat yang mempunyai concern untuk penanganan sampah, terutama sampah organik dan anorganik," tutur Pramono.

Ia menjelaskan Pasar Kramat Jati dipilih sebagai salah satu lokasi awal pengelolaan sampah karena menghasilkan volume sampah yang cukup besar, yakni sekitar lima ton per hari.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com