Nasional . 11/05/2026, 21:13 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id – Pemerintah memastikan pasokan minyak mentah (crude) tambahan dari Rusia akan segera tiba di tanah air. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memproyeksikan pengiriman perdana ini bakal meluncur dalam satu hingga dua minggu ke depan.
Kepastian ini muncul setelah pemerintah menuntaskan kesepakatan harga dan volume. Saat ini, fokus utama kedua negara adalah merampungkan detail teknis agar proses distribusi berjalan lancar tanpa kendala.
“Sekarang bicara tentang teknik pengirimannya. Mungkin satu-dua minggu ini sudah bisa, ya,” ujar Bahlil saat ditemui awak media di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin, 11 Mei 2026.
Bahlil menegaskan bahwa secara administratif, kerja sama ini sudah sah. Pihak Indonesia dan Rusia telah menandatangani kontrak pembelian, sehingga rencana ini tinggal menunggu eksekusi di lapangan terkait jalur dan metode pengangkutan.
“Secara deal sudah, kontrak sudah,” tambah Bahlil singkat untuk meyakinkan publik bahwa proses pengadaan ini berjalan sesuai rencana.
Langkah strategis ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Rusia beberapa waktu lalu. Indonesia berkomitmen mengimpor total 150 juta barel minyak mentah dari Negeri Beruang Putih tersebut. Rencananya, pasokan besar ini akan masuk ke Indonesia secara bertahap hingga akhir tahun 2026.
Meski kontrak sudah rampung, pemerintah tidak ingin gegabah. Wakil Menteri ESDM, Yuliot, sempat menyampaikan pada Jumat (24/4) bahwa kementerian tengah menggodok regulasi atau payung hukum yang kuat untuk memayungi impor 150 juta barel tersebut.
Saat ini, ada dua skema atau opsi yang sedang dipertimbangkan matang-matang oleh pemerintah:
“Ini juga lagi kami bahas antara kementerian/lembaga. Itu juga dengan badan usaha, termasuk bagaimana pada saat impor, jalur mana yang akan digunakan,” jelas Yuliot mengenai diskusi intensif lintas lembaga tersebut.
Dengan masuknya minyak mentah dari Rusia ini, pemerintah berharap stabilitas pasokan energi dalam negeri tetap terjaga. Masyarakat pun bisa merasa lebih tenang karena diversifikasi sumber energi terus diupayakan untuk memperkuat ekonomi nasional hingga akhir 2026 mendatang.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media