Megapolitan . 12/05/2026, 14:57 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meminta hotel, restoran, dan kafe di Jakarta ikut menjalankan gerakan pemilahan sampah secara mandiri sebagai upaya mengurangi beban sampah di ibu kota.
“Untuk hotel, restoran, dan kafe, kami mewajibkan semuanya harus punya tempat untuk pemisahan (sampah), karena memang sampah organik adalah hotel, restoran, dan kafe,” ungkap Pramono di Balai Kota Jakarta, Selasa, 12 Mei 2026.
Menurutnya, langkah serupa juga mulai diterapkan di pasar-pasar, baik yang berada di bawah pengelolaan Perumda Pasar Jaya maupun pasar lainnya. Fokus utama pemilahan dilakukan terhadap sampah organik yang kemudian diolah kembali agar memiliki nilai manfaat.
Pramono menjelaskan, sampah organik dari sejumlah pasar kini sudah diproses menjadi pupuk sehingga dapat dimanfaatkan kembali dan tidak seluruhnya berakhir di tempat pembuangan akhir.
Selain menyasar hotel, restoran, kafe, dan pasar, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga meminta seluruh jajaran internal pemda untuk turut aktif menjalankan program pemilahan sampah tersebut.
“Ini bukan hanya sekadar kampanye yang bersifat seremonial. Kami serius, karena ini untuk menangani persoalan sampah yang ada di Jakarta, karena Bantargebang sudah tidak mampu lagi,” tegas Pramono.
Ia juga menginstruksikan Biro Kepala Daerah (KDH) DKI Jakarta untuk melakukan evaluasi rutin terhadap pelaksanaan gerakan pilah sampah setiap dua minggu sekali.
Pramono berharap program tersebut dapat berjalan secara konsisten dan berkelanjutan sehingga mampu membantu mengurangi persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan besar di Jakarta.
“Dengan demikian, seluruh jajaran pasti akan bergerak untuk itu. Bahkan, saya sudah minta kepada Biro KDH setiap dua minggu sekali, kita akan evaluasi perkembangan dari gerakan pilah sampah ini,” ujar Pramono.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media