Internasional . 12/05/2026, 11:05 WIB

Wapres Filipina Sara Duterte Resmi Dimakzulkan, Ini Penyebab dan Fakta di Baliknya

Penulis : Afdal Namakule  |  Editor : Afdal Namakule

fin.co.id - Wakil Presiden Sara Duterte resmi dimakzulkan parlemen Filipina pada Senin, 11 Mei 2026. Keputusan tersebut menjadi salah satu peristiwa politik terbesar di Filipina dalam beberapa tahun terakhir dan langsung memicu perhatian publik internasional.

Pemakzulan terhadap Sara Duterte disetujui mayoritas anggota DPR Filipina setelah lebih dari dua pertiga anggota parlemen mendukung pengajuan pasal impeachment terhadap putri mantan Presiden Rodrigo Duterte itu.

Kasus tersebut kini akan berlanjut ke Senat Filipina untuk menjalani persidangan pemakzulan. Jika nantinya dinyatakan bersalah, Sara Duterte berpotensi dicopot dari jabatan wakil presiden sekaligus dilarang menduduki jabatan publik seumur hidup.

Langkah pemakzulan ini disebut berkaitan dengan sejumlah tuduhan serius yang diarahkan kepada Sara Duterte selama menjabat sebagai wakil presiden dan mantan Menteri Pendidikan Filipina.

Beberapa tuduhan utama meliputi dugaan penyalahgunaan dana publik dan dana rahasia pemerintah, korupsi, penyuapan, hingga pengumpulan kekayaan yang dianggap tidak dapat dijelaskan.

Selain itu, Sara Duterte juga dituduh tidak melaporkan seluruh aset dan kekayaannya dalam dokumen resmi negara.

Kontroversi semakin memanas setelah muncul dugaan ancaman terhadap Presiden Ferdinand Marcos Jr., ibu negara, dan mantan Ketua DPR Filipina.

Pernyataan Sara Duterte sebelumnya sempat menjadi sorotan setelah ia mengaku telah menyiapkan seseorang untuk membunuh Marcos Jr apabila dirinya dibunuh terlebih dahulu. Namun, Sara Duterte kemudian menyebut ucapannya telah disalahartikan.

Selain dugaan ancaman politik, laporan media lokal Filipina juga menyoroti adanya transaksi keuangan mencurigakan terkait penggunaan dana rahasia pemerintah saat Sara Duterte masih menjabat Menteri Pendidikan.

Kasus pemakzulan ini sekaligus memperlihatkan keretakan hubungan politik antara keluarga Marcos dan Duterte yang sebelumnya sempat bersekutu pada Pemilu Filipina 2022.

Kala itu, Ferdinand Marcos Jr dan Sara Duterte maju sebagai pasangan calon presiden dan wakil presiden dan berhasil memenangkan pemilu dengan suara telak.

Namun hubungan kedua kubu mulai memburuk dalam beberapa tahun terakhir. Ketegangan semakin meningkat setelah pemerintahan Marcos mendukung proses hukum terhadap Rodrigo Duterte di Mahkamah Pidana Internasional atau ICC terkait perang narkoba berdarah saat dirinya menjadi presiden.

Meski DPR Filipina telah menyetujui pemakzulan, Sara Duterte belum otomatis kehilangan jabatannya. Proses berikutnya akan ditentukan melalui sidang Senat Filipina yang bertindak sebagai pengadilan impeachment.

Untuk menjatuhkan vonis bersalah, diperlukan dukungan dua pertiga senator Filipina.

Sejumlah pengamat politik menilai Sara Duterte masih memiliki peluang bertahan karena memiliki cukup banyak sekutu politik di Senat. Meski demikian, kasus ini diperkirakan akan semakin memanaskan situasi politik Filipina menjelang Pemilu Presiden 2028. *

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com