Nasional . 13/05/2026, 21:30 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
fin.co.id - Industri satelit Indonesia kembali menunjukkan perkembangan besar. Dalam forum Asia Pacific Satellite Conference 2026 atau APSAT 2026 yang digelar di Jakarta pada 12-13 Mei 2026, Badan Riset dan Inovasi Nasional mengungkap rencana peluncuran dua satelit baru pada awal tahun 2027.
Dua satelit tersebut adalah Nusantara Earth Observation (NEO-1) dan Nusantara Equatorial IoT (NEI). Kedua proyek ini dipersiapkan untuk memperkuat pengamatan Bumi, pemantauan wilayah maritim, hingga layanan Internet of Things (IoT) di seluruh wilayah Indonesia.
Kepala BRIN, Arif Satria mengatakan bahwa pengembangan satelit menjadi bagian penting dalam memperkuat kemandirian teknologi nasional sekaligus mendukung transformasi digital Indonesia.
“BRIN tengah mempersiapkan satelit Nusantara Earth Observation atau NEO-1 dan satelit Nusantara Equatorial IoT atau NEI, yang keduanya direncanakan meluncur pada awal 2027,” ujar Arif.
Satelit NEO-1 nantinya akan difokuskan untuk kebutuhan pengamatan Bumi dan pemantauan wilayah maritim Indonesia. Teknologi ini diharapkan dapat membantu pengawasan kawasan laut, mitigasi bencana, hingga pemantauan lingkungan secara lebih akurat.
Sementara satelit NEI akan difokuskan untuk mendukung layanan Internet of Things atau IoT di berbagai wilayah kepulauan Indonesia, terutama daerah yang masih memiliki keterbatasan konektivitas digital.
Kehadiran dua satelit ini dinilai penting mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan dengan lebih dari 17 ribu pulau dan jumlah penduduk mencapai lebih dari 270 juta jiwa.
Asosiasi Satelit Indonesia atau ASSI sebagai penyelenggara APSAT 2026 menyatakan dukungannya terhadap pengembangan industri satelit nasional.
Ketua Umum ASSI, Risdianto Yuli Hermansyah menyebut industri satelit saat ini sedang berkembang sangat pesat dan semakin terintegrasi dengan infrastruktur digital lainnya.
Menurutnya, satelit kini tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap jaringan terestrial, tetapi juga memiliki peran besar dalam menjaga ketahanan jaringan serta keberlanjutan layanan digital nasional.
“Peran satelit tidak hanya melengkapi infrastruktur terestrial, tetapi juga turut mendukung ketahanan jaringan dan keberlanjutan layanan digital nasional secara lebih luas,” kata Risdianto.
Risdianto menilai kondisi geografis Indonesia memberikan peluang besar dalam pengembangan industri satelit. Dengan ribuan pulau yang tersebar luas, teknologi satelit menjadi solusi penting untuk pemerataan konektivitas digital nasional.
Ia juga menegaskan Indonesia memiliki modal kuat untuk menjadi pemain penting industri satelit di kawasan Asia Pasifik, mulai dari kebutuhan pasar yang besar, sumber daya manusia, hingga pengalaman panjang di sektor telekomunikasi satelit.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media