Nasional . 13/05/2026, 12:45 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Seekor sapi jenis simental dengan bobot mencapai 1,1 ton milik peternak asal Desa Bandungharjo, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, terpilih sebagai hewan kurban bantuan Presiden Republik Indonesia pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Pemilik sapi, Sunardi mengaku bersyukur sekaligus bangga karena ternak yang dirawatnya sejak kecil berhasil lolos seleksi tingkat nasional.
"Alhamdulillah sangat bangga, karena baru pertama kali sapi dari kandang kami bisa terpilih menjadi bantuan Presiden,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sapi tersebut dirawat secara khusus agar tetap dalam kondisi sehat dan memenuhi standar sebagai hewan kurban Presiden. Perawatan dilakukan mulai dari pengaturan pola pakan, menjaga kebersihan kandang, hingga pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Menjelang Idul Adha, sapi itu juga dipisahkan dari hewan ternak lainnya sebagai langkah antisipasi terhadap penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK).
Sapi berbobot 1,1 ton tersebut diperkirakan memiliki nilai jual mencapai Rp112 juta.
Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Grobogan, Andreas Iwan mengatakan proses pemilihan sapi bantuan Presiden dilakukan melalui serangkaian verifikasi ketat dari pemerintah pusat bersama dinas terkait.
Menurut dia, sejumlah aspek menjadi penilaian utama, seperti usia ternak yang memenuhi syarat kurban, bobot minimal satu ton, kondisi kesehatan, bebas penyakit, hingga kelengkapan vaksinasi.
"Seleksi dilakukan cukup ketat, mulai dari pemeriksaan kesehatan, kelengkapan vaksinasi hingga bobot sapi. Sapi milik Pak Sunardi memenuhi seluruh persyaratan," ujarnya.
Selain untuk Kabupaten Grobogan, pemerintah juga menyiapkan satu ekor sapi bantuan Presiden lainnya melalui Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Hewan kurban tersebut nantinya akan disalurkan ke daerah terdampak banjir di Desa Tinanding, Kecamatan Godong.
"Rencananya, pemotongan hewan kurban bantuan Presiden tersebut akan dilaksanakan serentak pada Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada 27 Mei 2026," ujarnya.
Keberhasilan peternak asal Grobogan itu dinilai menjadi bukti bahwa daerah tersebut mampu menghasilkan ternak berkualitas tinggi yang mampu bersaing di tingkat nasional, sekaligus menjadi dorongan positif bagi perkembangan sektor peternakan lokal. *
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media