Internasional . 13/05/2026, 21:46 WIB

Tegang! Trump Sebut Kapal Perang Rusia di Kuba Picu Alarm Keamanan Amerika Serikat

Penulis : Derry Sutardi  |  Editor : Derry Sutardi

fin.co.id - Ketegangan hubungan antara Amerika Serikat dan Kuba kembali memanas. Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menyebut Kuba sebagai ancaman terhadap keamanan nasional Amerika Serikat karena adanya aktivitas kapal perang Rusia di wilayah negara Karibia tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Hegseth dalam sidang Kongres AS yang membahas isu keamanan dan aktivitas intelijen asing di dekat wilayah Amerika. Ia menyoroti keberadaan kapal perang Rusia, termasuk kapal selam bertenaga nuklir, yang beberapa kali bersandar di pelabuhan Kuba.

“Washington sudah memasukkan Kuba sebagai masalah besar karena negara-negara yang berseberangan menggunakan lokasi Kuba yang dekat dengan AS,” ujar Hegseth seperti dikutip dari EFE.

Dalam sidang tersebut, anggota Kongres AS Mario Diaz-Balart mempertanyakan penggunaan wilayah Kuba oleh kapal militer Rusia. Hegseth pun mengakui bahwa situasi tersebut menjadi perhatian serius Washington karena lokasi Kuba sangat dekat dengan wilayah Amerika Serikat.

Menurut pemerintah AS, aktivitas militer Rusia dan dugaan operasi intelijen asing di Kuba dinilai dapat mengancam stabilitas keamanan nasional Amerika.

Kondisi ini semakin memperkeruh hubungan kedua negara yang dalam beberapa tahun terakhir memang diwarnai ketegangan diplomatik dan sanksi ekonomi.

Di tengah memanasnya situasi, Donald Trump justru mengungkapkan bahwa pemerintah AS akan membuka dialog dengan Kuba dalam waktu dekat.

Trump mengklaim Kuba telah meminta bantuan kepada Amerika Serikat karena kondisi negaranya yang disebut sedang mengalami kesulitan besar.

“Kuba sudah meminta bantuan dan kami akan berdialog,” kata Trump seperti dilaporkan media internasional.

Pernyataan Trump memunculkan berbagai spekulasi terkait arah kebijakan AS terhadap Kuba. Sebagian pihak menilai Washington mungkin membuka jalur diplomasi baru, sementara lainnya melihat potensi peningkatan tekanan dan sanksi terhadap Havana.

Ambil Alih Kuba

Ketegangan semakin memicu perhatian global setelah Trump sebelumnya sempat menyatakan bahwa AS mungkin akan mengambil alih Kuba setelah konflik di Iran selesai.

Pernyataan kontroversial tersebut muncul di tengah meningkatnya tekanan ekonomi terhadap Kuba sejak awal 2026. Negara itu diketahui menghadapi krisis energi serius setelah pasokan dari Venezuela terganggu akibat sanksi dan kondisi geopolitik regional.

Pemerintah Kuba sendiri membantah berbagai tuduhan Washington dan menilai AS sedang melakukan tekanan politik terhadap negaranya.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com