Nasional . 14/05/2026, 21:07 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Ia menjelaskan bahwa LCC Empat Pilar merupakan program nasional yang sudah berjalan sejak 2009 dan dinilai efektif dalam memperkenalkan Empat Pilar MPR kepada generasi muda.
“Dalam evaluasi kami, Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR itu ternyata menjadi salah satu metode yang cukup efektif bagi upaya pemasyarakatan Empat Pilar MPR,” ujar Muzani di Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Empat Pilar yang dimaksud meliputi:
Pancasila
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
Bhinneka Tunggal Ika
Tak hanya menggelar final ulang, Ahmad Muzani juga memastikan bahwa seluruh dewan juri dan pembawa acara atau MC akan diganti.
Menurutnya, lomba ulang nantinya akan menggunakan juri independen agar proses penilaian berjalan lebih objektif.
“Lomba Cerdas Cermat di tingkat Kalimantan Barat yang final akan kami lakukan ulang. Juri yang akan menjuri dalam lomba tersebut adalah juri independen,” tegasnya.
Muzani juga memastikan pimpinan MPR akan mengawasi langsung jalannya lomba dari awal hingga akhir.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Barat, Syarif Faisal, mengungkapkan bahwa dugaan masalah teknis pada perangkat audio menjadi salah satu penyebab kontroversi dalam final tersebut.
Menurut Faisal, speaker yang mengarah ke meja juri disebut mengalami gangguan sehingga jawaban peserta tidak terdengar dengan jelas.
“Di siaran langsung dan pendengaran penonton, jawabannya cukup jelas. Namun speaker yang mengarah ke juri disebut mengalami kendala,” kata Faisal.
Pernyataan itu muncul setelah video perlombaan viral dan menuai banyak reaksi dari masyarakat maupun pejabat di tingkat nasional.
Salah satu peserta dari SMAN 1 Pontianak bernama Josepha juga menjadi perhatian publik.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media