Nasional . 15/05/2026, 17:54 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, Jawa Timur menyatakan kesiapan mendistribusikan 500 ton sampah per hari guna mendukung operasional Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang akan dibangun di Kabupaten Malang.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran, mengatakan program PSEL menjadi solusi untuk mengatasi persoalan sampah di kawasan aglomerasi Malang Raya. Karena itu, setiap pemerintah daerah memiliki peran dalam menyukseskan proyek tersebut.
"Pelaksanaan PSEL bukan di Kota Malang, tetapi di kabupaten. Cuma karena aglomerasi, makanya nanti Kota Malang wajib menyetorkan sampahnya 500 ton per hari ke lokasi PSEL," kata Raymond di Kota Malang, Jumat, 15 Mei 2026.
DLH Kota Malang memprioritaskan pengangkutan sampah dari Kecamatan Sukun dan Kecamatan Kedungkandang karena lokasinya paling dekat dengan area pembangunan PSEL di Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang.
Menurut Raymond, jarak tempuh dari dua kecamatan tersebut menuju fasilitas pengolahan sampah diperkirakan hanya sekitar tiga kilometer.
Rencana ini sekaligus mengubah pola distribusi sampah Kota Malang yang selama ini berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang.
Ke depan, sebagian besar sampah akan dialihkan menuju fasilitas PSEL Bululawang apabila proyek tersebut mulai beroperasi.
"Untuk pembangunan sendiri kalau toh memang dibangun, itu kemungkinan pada 2028 atau 2029," ucap dia.
Selain mendukung proyek PSEL, Pemkot Malang juga fokus memperoleh bantuan pengelolaan sampah melalui program Local Service Delivery Program (LSDP).
Raymond menjelaskan program tersebut memiliki syarat volume pengolahan sampah berkisar antara 100 ton hingga 150 ton per hari.
"Kalau PSEL itu dari Kementerian Lingkungan Hidup, sedangkan yang LSDP dari Kementerian Dalam Negeri," kata dia.
Pemkot Malang merencanakan pelaksanaan program LSDP di kawasan TPA Supit Urang.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media