Nasional . 15/05/2026, 08:33 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
"Lomba cerdas cermat (LCC) di tingkat Kalimantan Barat yang final akan kita lakukan ulang," kata Muzani.
MPR juga memastikan proses penjurian pada pelaksanaan ulang nantinya akan melibatkan juri independen dari kalangan akademisi di Kalimantan Barat, bukan dari lingkungan Sekretariat Jenderal MPR.
"Juri yang akan menjuri dalam Lomba Cerdas Cermat tersebut adalah juri independen," katanya.
Kontroversi bermula saat sesi pertanyaan rebutan dalam final lomba. Grup C dari SMAN 1 Pontianak dianggap salah oleh dewan juri meski memberikan jawaban yang benar ketika disampaikan regu lain.
"Pimpinan BPK dipilih dari dan oleh anggota. Namun untuk menjadi anggota BPK, keterkaitan dengan perwakilan daerah tetap dijaga. DPR dalam memilih anggota BPK diwajibkan untuk memperhatikan pertimbangan dari lembaga mana?" tanya pembawa acara dikutip dari YouTube MPR, Senin 11 Mei.
Regu C lebih dulu menjawab bahwa "Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden".
Namun, Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI Dyastasita selaku juri memberikan nilai minus lima untuk jawaban tersebut. Ketika pertanyaan dilempar ke regu lain dan dijawab dengan jawaban serupa, juri justru memberikan poin penuh.
Situasi itu memicu protes peserta SMAN 1 Pontianak yang merasa jawaban mereka sama. Meski demikian, keputusan juri tidak berubah.
Wakil Ketua MPR RI, Abcandra Muhammad Akbar Supratman, kemudian menyampaikan permintaan maaf atas polemik yang terjadi dan memastikan evaluasi akan dilakukan terhadap sistem lomba serta kinerja dewan juri.
"Kami mohon maaf atas kelalaian dewan juri. Kami akan tindak lanjuti kejadian ini," kata Abcandra dalam keterangannya, Selasa 12 Mei.
MC acara tersebut juga telah menyampaikan permintaan maaf secara tertulis melalui akun Instagram pribadinya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media