Nasional . 16/05/2026, 06:22 WIB

TNI AD Minta Warga Bijak Sikapi Film Dokumenter Pesta Babi, Sebut Ada Narasi Sepihak

Penulis : Afdal Namakule  |  Editor : Afdal Namakule

fin.co.id - TNI Angkatan Darat mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai informasi terkait rencana pemutaran film dokumenter Pesta Bab karya Dandhy Dwi Laksono di sejumlah wilayah Papua.

Imbauan tersebut disampaikan oleh Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih yang menilai masyarakat perlu lebih selektif dalam menerima maupun menyebarkan informasi, khususnya konten visual yang belum melalui mekanisme resmi.

“Kami mengajak warga untuk cerdas dalam memilah informasi. Konten yang tidak melalui proses sensor resmi dikhawatirkan membawa narasi yang tidak berimbang dan berpotensi memicu distorsi informasi di tengah masyarakat,” ujar Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasi dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat 15 Mei 2026.

Menurut Kapendam, setiap film yang diputar secara luas untuk publik wajib memenuhi aturan sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2009 tentang Perfilman. Salah satu syarat utamanya ialah memiliki Sertifikat Lulus Sensor (SLS) dari Lembaga Sensor Film (LSF).

Karena itu, pihaknya menilai pemutaran film yang belum mengantongi sertifikasi resmi tidak seharusnya dilakukan di ruang publik.

Selain menyoroti aspek regulasi, Kodam XVII/Cenderawasih juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas keamanan dan kondisi sosial masyarakat Papua di tengah berbagai program pembangunan yang sedang berlangsung.

Kapendam mengingatkan bahwa penyebaran narasi visual yang dianggap tendensius dan tidak melalui proses verifikasi berpotensi memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Jangan sampai narasi-narasi sepihak membenturkan masyarakat dengan program-program strategis pemerintah yang sejatinya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan di Tanah Papua. Kami menghimbau agar ruang-ruang diskusi dialihkan pada forum yang lebih edukatif, legal dan konstruktif,” imbuhnya.

Kodam XVII/Cenderawasih juga memastikan akan terus melakukan pemantauan situasi demi menjaga ketertiban dan keamanan wilayah tetap kondusif.

"Kami ajak tokoh masyarakat, tokoh adat, pemuda dan seluruh elemen masyarakat Papua agar tidak mudah terprovokasi oleh ajakan-ajakan yang berpotensi mengganggu keamanan wilayah," katanya.

Lebih lanjut, Kapendam menegaskan bahwa kehadiran TNI di Papua tidak semata berfokus pada pengamanan wilayah, tetapi juga mendukung pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ia menyebut prajurit TNI selama ini turut aktif dalam berbagai kegiatan sosial, mulai dari pelayanan kesehatan gratis, penyuluhan hidup sehat, bantuan pendidikan bagi anak-anak di pedalaman, pembangunan fasilitas umum, hingga mendukung program ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat.

Menurut Kapendam, berbagai kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen TNI untuk terus hadir bersama masyarakat Papua melalui pendekatan humanis demi menciptakan situasi yang aman, damai, dan sejahtera. *

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com